Bunga Chamomile cegah kencing manis - diabetes

Kencing manis | Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan Atsushi Kato dan kawan-kawan membuktikan chamomile mampu menjauhkan Anda dari penyakit diabetes. Penelitian itu dipublikasikan di ACS Journal of Agricultural and Food Chemistry di Jepang dan Inggris.

Atsushi meneliti bunga chamomile, nama lain manzanilla, yang biasa digunakan untuk pengobatan masalah kesehatan seperti stres, demam, dan gangguan menstruasi.

Untuk mengetahui kegunaan lain, Atsushi meneliti para partisipan yang terkena penyakit diabetes selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar gula dalam peredaran tubuh partisipan sangat signifikan.

Cara terbaik mengonsumsi chamomile adalah dengan menyeduhnya dengan air panas seperti ketika Anda membuat teh. Menurut Atsushi, meminum teh chamomile bersamaan dengan waktu menyantap makanan dapat mencegah komplikasi diabetes seperti kehilangan jarak pandang, kerusakan saraf, dan kerusakan ginjal.

“Kandungan bunga chamomile dapat menetralkan kadar gula dalam tubuh sehingga terhindar dari penyakit diabetes,” ujar Atsushi.

Selain dapat mencegah diabetes, chamomile yang merupakan keluarga dari bunga daisy ini juga dipercaya mampu untuk mengurangi stres dan berfungsi sebagai relaksasi otot dan menurunkan ketegangan.

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
January 5th, 2009 by Author | Comments Off

Menu Sehat untuk Pengidap Diabetes Mellitus

Seiring terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat, jumlah penderita diabetes mellitus pun semakin meningkat. Hal ini disebabkan berubahnya gaya hidup, faktor keturunan, dan pola makan. Penyakit diabetes mellitus merupakan ibu dari berbagai penyakit karena dapat memicu kehadiran berbagai penyakit penyerta yang merupakan komplikasi dari penyakit tersebut. Dengan demikian kita mesti berusaha mangatur pola makan yang benar, berolah raga secara teratur, dan menjaga berat badan agar terhindar dari penyakit tersebut. Namun, jika sudah terlanjur mengidap penyakit diabetes mellitus, sebaiknya harus dapat menatalaksanakannya dan minum obat secara teratur

Pola makan yang salah akan berakibat fatal bagi penderita diabetes mellitus. Jika hal itu terjadi, maka penyakit ini akan sangat sulit disembuhkan. Tentunya hal ini akan berimbas pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan itu.

Memahami dan mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh bagi penderita diabetes mellitus merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari pola makan yang salah.

Berkaitan dengan hal tersebut, KawanPustaka menerbitkan buku Menu Sehat untuk Pengidap Diabetes Mellitus yang ditulis oleh DR. Ruslianti, M.Si. Melalui buku ini, kita bisa mendapatkan berbagai informasi pengaturan pola makan yang tepat bagi penderita diabetes mellitus.

Buku ini membahas banyak hal yang dibutuhkan bagi penderita diabetes mellitus, mulai dari detail perkara hal-hal yang menjadi pemicu, gejala, dan pencegahan diabetes mellitus, indeks glikekemik pangan (IG Factor), pengaturan pola makan sehat, contoh panduan diet sehat, daftar bahan makanan yang dianjurkan berikut komposisi gizinya, daftar bahan makanan pengganti, sampai kepada membuat beberapa menu sajian masakan sehat tapi nikmat.

Buku yang disusun oleh Kepala Pusat Studi Kebijakan pada Lembaga Penelitian Universitas Negeri Jakarta ini bisa menjadi panduan tepat, baik bagi penderita diabetes mellitus maupun bagi mereka yang ingin mencegah teridap penyakit ini.

Sumber : www.kawanpustaka.com

Sebagian isi buku ini bisa anda temukan dan bisa anda baca online di pustaka Google.

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
January 1st, 2009 by Author | No Comments »

Operasi penurunan berat badan bisa mengobati kencing manis

Obesitas dan Kencing Manis | Journal of American Medical Association baru-baru ini menyiarkan sebuah study baru bahwa operasi penurunan berat badan dapat mengobati kencing manis atau diabetes.

Dalam studi tersebut, beberapa peneliti Australia mendapati bahwa pasien yang menjalani operasi untuk mengurangi ukuran perut mereka lima kali lebih mungkin untuk menghadapi kenyataan bahwa kencing manis atau gula darah mereka mengalami penurunan dalam dua tahun ke depan, dibandingkan dengan pasien yang menjalani perawatan kesehatan standar.

Dr. John Dixon dari Monash University Medical School di Melbourne, Australia mengatakan; “Itu adalah terapi terbaik bagi penderita diabetes yang kita miliki hari ini, dan resikonya sangat rendah”.

Dixon dan rekannya mempelajari 60 orang bertubuh gemuk dengan usia mereka rata-rata adalah 47 tahun, dan dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 tapi kurang dari 40. Indeks massa tubuh, atau BMI, adalah rasio tinggi berbanding berat badan. BMI 30 atau lebih besar dipandang kegemukan. Semua pasien tersebut kegemukan dan telah didiagnosis menderita kencing manis atau diabetes type 2 selama dua tahun terakhir.

Separuh pasien menjalani operasi lingkar perut, dan kelompok lain menjalani perawatan normal penurunan berat badan; sepanjang studi itu, tim tersebut ingin melihat apakah penurunan berat tubuh melalui operasi dapat menjadi perawatan yang efektif bagi diabetes type 2. Sebanyak 75% pasien yang menjalani operasi lingkar perut mendapati kencing manis atau diabetes mereka membaik dalam waktu dua tahun setelah operasi.

Bagi mereka yang menjalani perawatan normal penurunan berat badan, hanya 13% dapat menghilangkan penyakit tersebut. Selain itu, mereka yang menjalani operasi perut kehilangan 20,7% berat tubuh mereka setelah dua tahun dibandingkan dengan kurang dari 1,7% mereka yang menjalani terapi normal penurunan berat badan.

“Suatu temuan penting dalam studi ini ialah tingkat turunnya berat badan, bukan metodenya, tampaknya menjadi penggerak utama peningkatan glycaemic dan membaiknya penyakit kencing manis atau diabetes pada pasien bertubuh sangat gemuk,” kata Dixon.

“Ini mempunyai dampak penting, karena itu menunjukkan bahwa terapi intensif penurunan berat badan mungkin menjadi langkah pertama yang lebih efektif dalam mengatasi diabetes dibandingkan dengan perubahan gaya hidup yang sederhana,” katanya.

Namun Dixon menyatakan, “Sikap hati-hati diperlukan dalam menafsirkan manfaat jangka panjang dari operasi dan turunnya berat badan.”

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
December 14th, 2008 by Author | No Comments »

Impotensi atau disfungsi ereksi ancaman bagi diabetisi

Penderita kencing manis atau diabetes mellitus beresiko lebih tinggi mengalami disfungsi ereksi atau impotensi sebanyak 2,6 - 4 kali, dyslipidemia 1,6 kali, penyakit jantung 1,8 - 2,4 kali dan Hipertensi 1,6 - 1,7 kali.

Penyebab utama terjadinya disfungsi ereksi pada penderita kencing manis adalah neuropati yaitu kerusakan pada ujung-ujung syaraf parasimpatis di penis sehingga relaksasi pembuluh darah arteri helicina di korpus kavernosa tidak terjadi. Akibatnya volume aliran darah tidak bisa bertambah dan penis tidak bisa membesar. Umumnya proses neuropati berjalan pelan-pelan, makin lama makin banyak syaraf yang mengalami neuropati dan akhirnya terjadi kerusakan secara total.

Gangguan ereksi pun sejalan dengan proses neuropati. Pada mulanya ereksi masih sempurna, semakin lama kencing manis diderita, kemampuan penis berereksipun semakin berkurang. Kadang-kadang ereksi masih bisa cukup keras pada waktu bercumbu atau pada waktu penis dirangsang. Sesudah penetrasi vagina, ereksi langsung turun. Hal ini terjadi karena kombinasi dengan faktor fisik yang kurang fit atau kurang segar. Penyebab lain adalah pengaruh faktor kejiwaan karena penderita mulai khawatir apakah ereksi bisa keras terus. Jika penderita mulai merasa khawatir atau berpikirapakah ereksinya bisa keras, maka akan timbul kecemasan lalu erksi langsung turun.

Proses neuropati berbeda-beda untuk setiap individu. Ada orang yang sangat sensitif terhadap neuropati ada juga yang lebih tahan terhadap naiknya gula darah. Dari hasil penelitian selama ini ternyata sebagian penderita kencing manis dengan tingkat gula darah dibawah 200mg/ml masih ditoleransi oleh syaraf-syaraf penis sehingga tidak menyebabkan neuropati dan ereksi tetap normal.

Bagi penderita dengan gula darah mencapai 400mg/ml, hampir semua individu sudah mengalami disfungsi ereksi atau impotensi, minimal untuk sementara. Jika gula darahnya tidak dikontrol dibawah 200mg/ml, maka neuropati akan terus berkembang yang akan menyebabkan disfungsi ereksi yang sulit disembuhkan.

Keadaan gula darah yang naik sampai 400mg/ml dan menyebabkan disfungsi ereksi secara tiba-tiba, bukanlah karena neuropati, akan tetapi disebabkan oleh endotel dari sinusoid terganggu sehingga tidak bisa mengirimkan notrogen oksida (NO) untuk mengaktifkan cGMP dan ereksi tidak terjadi.

Jadi, kencing manis dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi secaa pelan-pelan karena neuropati, tetapi bisa juga tiba-tiba karena gangguan endotel sinusoid.

Proses neuropati terjadi pelan-pelan sehingga disfungsi ereksi juga terjadi pelan-pelan. Namun dari penelitian klinis selama ini menunjukkan kegagalan ereksi bisa terjadi tiba-tiba pada penderita kencing manis bila gula darah naik dalam waktu singkat. Bila gula diturunkan mendekati normal, maka ereksi kembali normal. Dari situlah diambil kesimpulan bahwa gangguan ereksi pada penderita kencing manis dapat terjadi karena neuropati dan gangguan pada endotel. Neuropati sifatnya menetap, sehingga sekali mengalami disfungsi ereksi atau impotensi karena neuropati akan sulit disembuhkan.

Akan tetapi sebaliknya kegagalan ereksi karena gangguan endotel sering disebabkan naiknya gula darah secara tiba-tiba. Keaadaan itu dapat kembali normal dalam waktu tidak lama. Bila gula darah tetap tinggi, neuropati akan terjadi dan endotel juga akan rusak total, sehingga makin sulit disembuhkan secara sempurna. Kalaupun ereksi bisa kembali normal dengan beberapa tehnik pengobatan misalnya dengan erektogenik atau injeksi intra kavernosa, maka selamanya akan tergantung obat.

Prevalensi:
Dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa prevalensi disfungsi ereksi atau impotensi pada penderita kencing manis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penderita non-kencing manis.

Sand M. et al. 2003 [35], meneliti dengan jumlah 1.637 respoden, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa diantara responden tersebut penderita kencing manis 39% mengalami disfungsi ereksi, sedangkan non-kencing manis hanya 14%.

Dapat disimpulkan bahwa penderita kencing manis selalu lebih banyak yang mengalami disfungsi ereksi. Penderita kencing manis disini adalah dari segala tingkat keseriusan mulai dari yang ringan sampai yang paling berat. Semua penderita kencing manis berat dan berlangsung lama akan mengalami disfungsi ereksi.

Peneliatian lain yang dilakukan oleh Braun M. et al. 2000 [5] menunjukkan ada kecenderungan yang berbeda antara pria usia muda dan usia tua. Pada pria usia muda, penderita disfungsi ereksi jauh lebih tinggi dialami oleh penderita kencing manis dibandingkan dengan orang non-kencing manis.

Pada usia lebih tua, kecenderugan mengalami disfungsi ereksi pada penderita kencing manis dan non-kencing manis mendekati kesamaan. Penyebabnya adalah pada usia semakin tua (60 - 80 tahun) timbul berbagai penyakit lain misalnya hipertensi, ginjal dan lain-lain yang sering terdapat pada orang berusia tua. Penyakit-penyakit itulah yang menyebabkan disfungsi ereksi.

Dari grafik diatas menunjukkan bahwa pria non-kencing yang berusia diatas 70 tahun, akan mengalami disfungsi ereksi atau impotensi lebih dari 50%.  Penderita kencing manis lebih tinggi sedikit yaitu 60%, akan tetapi perbedaannya tidak seperti pada orang berusia lebih muda.

Sumber : Seks - Tutuntuan bagi pria, oleh : By Dr. NAEK L. TOBING

(Dr. NAEK L. TOBING adalah seorang ahli sexology)

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
December 7th, 2008 by Author | 2 Comments »

Global Diabetes Walk 2008 di Indonesia

Hari Diabetes Dunia atau World Diabetes Day yang jatuh pada tanggal 14 November 2008 baru saja berlalu. Pada hari itu diseluruh dunia dilakukan kegiatan berjalan kaki untuk peningkatkan kepedulian terhadap bahaya penyakit kencing manis atau diabetes. Pada tahun ini kegiatan tersebut diberi thema Global Diabetes Walk (GDW). Berikut beberapa kegiatan berjalan kaki untuk memperingati Hari Diabetes Dunia di Indonesia yang berhasil saya rekam sbb:

Persadia Cabang Jakarta Timur
Jalan santai di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Jakarta Timur sepanjang 1Km di lanjutkan dengan senam bersama. Acara dimulai pada pukul 07.00-10.00 diikuti oleh 575 peserta dari 11 unit Persadia yang ada di Cab. Jakarta Timur.

Persadia Cabang Tanjung Pinang
GDW 2008 di Tanjungpinang. Diikuti oleh 450 orang terdiri dari 300 orang anggota PERSADIA , pengasuh persadia, pejabat DINKES KOTA, beberapa staf RSUD dan para polisi dan DLLAJR.


Persadia Cabang Batam
GDW - 2008 di Batam yang diadakan di Rumah Sakit Otorita Batam yang diikuti 200 diabetesi dan simpatisan.



Persadia Cabang Tomohon

GDW - 2008 di Tomohon Diabetes Walk pada tanggal 14 November 2008 di Tomohon dengan jumlah 428 orang.

Jika anda mempunyai dokumentasi mengenai kegiatan GDW 2008 lainnya dikota anda yang ingin anda publish disini silahkan menghubungi saya.

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
December 3rd, 2008 by Author | 3 Comments »

Anjing bisa menjadi sahabat penderita diabetes

Sejak dari dulu anjing dikenal sebagai hewan yang paling setia pada tuannya.  Kemampuan dan insting anjing pun kerap dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan manusia mulai dari tugas ringan seperti menuntun orang buta hingga mengendus zat tertentu seperti narkoba atau bahan peledak.

Sekarang kemampuan anjing pun mulai dikembangkan untuk kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan. Di Amerika Serikat misalnya, binatang setia ini sekarang banyak dilatih indra penciumannya untuk mengawasi kadar gula darah para penderita diabetes.

Anjing-anjing mulai dilatih untuk membantu serta memberi peringatan dini sebenarnya telah terlihat. Setidaknya dua organisasi di AS telah sukses melatih anjing dalam mendeteksi rendahnya kadar glukosa. Tetapi yang menjadi persoalan kini adalah para ahli belum dapat mengungkap bukti ilmiah bahwa anjing benar-benar dapat dijadikan acuan bagi penderita diabetes dalam mendeteksi penurunan kadar gula darah yang membahayakan .

Para peneliti dari Queen’s University di Belfast, Irlandia Utara, misalnya, kini tengah berupaya keras mengungkap bukti-bukti ilmiah tersebut. Yang menjadi perhatian mereka adalah sinyal atau isyarat apa yang diterima anjing sehingga isyarat ini dapat dilatih dan dikenalkan sebagai sistem baku bagi peringatan dini bagi penderita diabetes.

“Laporan bersifat anekdot memang menunjukkan bahwa beberapa ekor anjing dapat memberi peringatan dini akan terjadinya hipoglikemia dengan menggunakan indra penciuman mereka untuk mengetahui bahwa kadar gula darah majikannya sedang menurun,” ungkap pimpinan peneliti dan profesor psikologi, Deborah Wells.

Soal sinyal atau isyarat ini juga menjadi perhatian Mark Ruefenacht, pendiri Dogs for Diabetics, di Concord, California. Menurutnya, isyarat apa persisnya yang ditangkap anjing ketika seseorang mengalami kadar rendah gula darah masih menjadi sebuah misteri.
“Kami hanya belum dapat menemukan  jawaban yang tepat . Setiap kali kami pikir sudah mempunyai jawabannya namun sebenarnya belum,” ujar Ruefenacht.

Namun terlepas dari terbukti atau tidak secara ilmiah anjing dapat membantu memberikan peringatan dini turunnya kadar gula diabetisi, berikut ada sebuah video dibawah ini yang menunjukkan seekor anjing menyelamat majikannya yang menderita kencing manis type2 pada saat kadar gula darah majikannya turun drastis menjadi hanya 40 dan hampir mengalami koma, tapi berhasil diselamatkan oleh anjing kesayangannya.

Pada saat itu pemilik anjing sedang sendirian dirumah dan tertidur, tiba-tiba ia dibangunkan oleh anjing kesayangannya sedang menjilati muka dan membangunkannya, ia merasa lemah akhirnya bisa meminum segelas susu. dan dengan kekuatan itu dia memeriksa kembali gula darahnya yang ternyata sudah drop menjadi 40, karena dibangunkan oleh anjing ini tuannya terhindar dari koma diabetes yang dapat membahayakan jiwanya.

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
December 1st, 2008 by Author | No Comments »

Brokoli, makanan penting bagi penderita kencing manis - diabetes

Kencing manis | Predikat brokoli sebagai superfood sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Begitu banyak riset yang menunjukkan betapa makanan alami ini kaya akan zat-zat yang berfaedah bagi kesehatan.

Sebuah penelitian terbaru di Inggris mengindikasikan brokoli memiliki zat penting yang mampu memperbaiki dan mengembalikan fungsi pembuluh darah yang rusak akibat kencing manis atau diabetes. Peneliti dari Universitas Warwick meyakini, zat yang bernama sulforaphane ini, memiliki peran besar dalam memulihkan kembali pembuluh darah.

Seperti dimuat di Jurnal Diabetes, sulforaphane mampu merangsang produksi enzim-enzim  yang dapat melindungi pembuluh darah dan menurunkan molekul-molekul yang menyebabkan kerusakan sel-sel secara signifikan. Sayuran-sayuran jenis brassica seperti brokoli sebelumnya memang berkaitan dengan rendahnya risiko serangan jantung dan stroke.

Orang yang mengidap kencing manis - diabetes tercatat memiliki risiko lebih besar hingga lima kali lipat mengidap penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke; yang keduanya juga berkaitan dengan kerusakan sel-sel pembuluh darah.

Dalam risetnya, tim dari Universitas Warwick, menguji pengaruh  sulforaphane dalam sel-sel pembuluh darah yang rusak akibat tingginya kadar gula darah (hiperglikemia), yang berkaitan erat dengan diabetes.

Mereka mencatat adanya 73 persen reduksi molekul tubuh yang disebut Reactive Oxygen Species (ROS). Hiperglikemia dapat menyebabkan kadar ROS meningkat tiga kali lipat dan tingginya kadar molekul ini bisa merusak sel-sel tubuh. Peneliti juga menemukan bahwa sulforaphane mengaktivasi sejenis protein dalam tubuh yang disebut  nrf2, yang dapat melindungi sel-sel dan jaringan dari kerusakan dengan cara mengaktivasi antioksidan dan enzim-enzim detoksifikasi.

“Riset kami mengindikasikan bahwa zat seperti sulforaphane dalam brokoli dapat membantu menghadang proses yang berhubungan dengan perkembangan penyakit pembuluh darah dalam diabetes. Ke depan, penting artinya untuk menggelar penelitian untuk menguji apakah mengonsumsi sayuran brassica memberikan faedah bagi pasien diabetik.  Kami berharap itu akan terjadi,” ujar pimpinan riset, Professor Paul Thornalley.

Brokoli juga dapat turunkan resiko kanker paru-paru, silahkan baca di: http://sehat-jasmani.blogspot.com/

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
November 21st, 2008 by Author | 10 Comments »

Frederick Grant Banting, penemu insulin

Insulin - Frederick Grant Banting | Dua hari yang lalu tanggal 14 November, di seluruh dunia baru saja memperingati World Diabetes Day atau Hari Diabetes Dunia. Mengapa dipilih tanggal 14 November untuk memperingati World Diabetes Day atau Hari Diabetes Dunia?
Jawabannya adalah untuk memperingati hari lahirnya Frederick Grant Banting, tokoh penemu insulin (silahkan baca artikel saya tentang apa itu insulin?).

Frederick Grant Banting dilahirkan pada tanggal 14 November1891, di Alliston, Ontario, Canada, dia adalah anak bungsu dari lima saudara dari hasil perkawinan William Thompson Banting and Margaret Grant.

Banting kawin dengan Marion Robertson pada tahun 1924, dan memiliki seorang anak bernama William Banting pada tahun 1928. Perkawinan dengan Marion Robertson berakhir dengan perceraian pada tahun 1932. Dan pada tahun 1937 Banting kawin lagi dengan Henrietta Ball.

Banting menyelesaikan sekolahnya Public and High Schools - Alliston dan kemudian melanjutkan ke kuliah di University of Toronto. Pada awalnya beliau kuliah di jurusan keagamaan, tapi kemudian beliau pindah ke jurusan farmasi. Dikebanyakan artikel yang saya baca nama beliau hanya disebut dengan nama Banting. Dia adalah seorang medical scientist, doctor and penerima hadiah nobel dibidang Physiology or Medicine pada tahun 1923.

Banting mulai sangat tertarik dengan penyakit kencing manis atau diabetes pada saat beliau bekerja di Naunyn, Minkowski, Opie, Schafer. Dia mulai mengadakan penelitian tantang penyebab timbulnya penyakit kencing manis yaitu disebabkan karena kekurangan sejenis hormon di pulau Langerhans didalam pankreas. Hormon ini kemudian diberi nama oleh Schafer dengan nama INSULIN.

Banting meninggal pada tanggal 21 February 1941 di Newfoundland, Kanada pada usia 49 tahun dan dikebumikan di Mount Pleasant Cemetery in Toronto.

Berikut beberapa koleksi foto saya tentang biografi Frederick Grant Banting

Banting dengan pakaian militer (kiri), bersama dengan rekan kerja Charles Best (kanan)


Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
November 16th, 2008 by Author | No Comments »

Sidartawan Soegondo: “Melawan Diabetes dengan Banyak Beraktifitas”

Kencing manis | Artikel ini memang sengaja saya publish pada hari ini sebab hari ini tanggal 14 November adalah hari diabetes dunia, dimana di seluruh dunia dilakukan kegiatan jalan kaki untuk para penderita diabetes. Kegiatan jalan kaki tersebut disponsori oleh World Diabetes Foundation dengan thema Global Diabetes Walk, untuk mengetahui kegiatan memperingati hari diabetes dunia di Indonesia beberapa tahun lalu anda bisa lihat foto-fotonya di Gallery.

Diabetes melitus yang juga biasa disebut dengan penyakit kencing manis kelihatannya seperti penyakit biasa, tapi informasi mutakhir mengatakan penyakit ini juga cukup besar berakibat pada kematian. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menetapkan hari diabetes menjadi salah satu hari yang harus diperingati oleh semua negara anggota sebagai satu penyakit yang berbahaya. Untuk itu bersama kita hadir Prof. Dr. Sidartawan Soegondo, seorang ahli diabetes dan Guru Besar ilmu penyakit dalam bidang endokrinologi pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), serta Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia).

Sidartawan Soegondo mengatakan diabetes melitus bukan hanya menghinggapi orang kaya di kota, tetapi di daerah pun cukup banyak orang hidup dengan diabetes. Kalau tidak ditangani dengan baik dan cepat, diabetes bisa mengakibatkan buta, sakit jantung, dan lain-lain. Guna mencegah terkena diabetes maka harus melakukan pola hidup sehat dan banyak bergerak. Misalnya, jangan ikut-ikut makan fast food karena akan mudah menjadi gemuk sehingga akan mudah kena diabetes. Bertahanlah dengan pola hidup yang banyak makan sayur dan buah, dan banyak bergerak atau banyak melakukan aktifitas fisik, minimal 30 menit berjalan kaki setiap hari.

Berikut wawancara Faisol Riza dengan Sidartawan Soegondo.

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab diabetes?

Penyakit diabetes atau kencing manis atau sakit gula sebetulnya bukan satu penyakit. Itu suatu kumpulan penyakit yang mempunyai gejala sama, yaitu gejala kadar glukosa atau gula di dalam darah yang jumlahnya tinggi. Sebenarnya ada empat tipe diabetes, yaitu tipe 1, tipe 2, tipe lain-lain dan tipe kehamilan (gestation). Tipe 1 terutama pada anak-anak dan remaja, seperti dulu sering dikenal insulin dependant diabetes atau diabetes yang tergantung pada insulin dan memang harus suntik insulin seumur hidup. Tipe 2, adult on set. Ini umumnya ada pada orang dewasa, 90% karena keturunan. Tipe 3 yaitu lain-lain, ini karena minum obat atau penyakit lain-lain yang mempunyai gejala gula darah tinggi. Tipe 4 gestasional yaitu seseorang sakit gula hanya bila saat hamil. Setelah melahirkan, dia tidak sakit gula. 90% kasus diabetes yang banyak terjadi adalah pada tipe 2.

Untuk masyarakat Indonesia rasanya penyakit keturunan banyak sekali dan bukan hanya diabetes. Namun untuk diabetes tentu juga ada penyebab lain selain faktor keturunan. Apa saja yang bisa menyebabkan diabetes?

Memang pada diabetes adalah faktor genetik yang diturunkan, tapi faktor pencetusnya adalah lingkungan. Lingkungan itulah yang bisa kita ubah. Karena itu kalau kita mau mencegah diabetes maka ubah lingkungannya. Yang paling penting adalah bagaimana cara supaya kita tidak gemuk. Dulu dikatakan bahwa diabetes tipe 2 menghinggapi orang di atas umur 40 tahun. Namun sekarang banyak juga pada orang lebih muda karena makin banyak orang gemuk di usia lebih muda. Dulu penderita diabetes di Amerika umur 35 tahun, namun sekarang umur 25 tahun bahkan 18 tahun pun sudah ada yang diabetes. Tipe 2 artinya yang tidak tergantung insulin dan merupakan faktor genetik atau keturunan, ini paling banyak dan ditambah pengaruh lingkungan.

Apa maksudnya faktor insulin?

Dalam struktur tubuh, yang mengatur gula darah itu adalah insulin. Ada yang kurang insulin, ada yang insulinnya sama sekali tidak ada. Ada yang mempunyai insulin tapi tidak berfungsi dengan baik. Jadi kalau yang tipe 1 tadi adalah pankreas yang membuat insulin itu rusak, sama sekali tidak punya insulin sehingga harus disuntik. Artinya, harus diberikan insulin dan kebetulan belum ada dalam bentuk tablet sehingga harus disuntik. Tipe 2 genetik, yaitu sebetulnya insulinnya cukup tapi terjadi resistensi insulin karena orang tersebut gemuk. Jadi insulin tidak berfungsi dengan baik.

Kalau seseorang bertubuh kurus tapi mempunyai gula dari faktor keturunan (genetik), apakah dia bisa mengontrol gulanya?

Sebetulnya selama dia balance, maka akan cukup kebutuhan gulanya. Orang gemuk tidak balance karena kebutuhannya lebih tinggi. Jadi untuk mencukupi kebutuhan gula di dalam tubuh kita maka dibutuhkan sekian insulin, tapi karena gemuk maka kebutuhannya lebih tinggi sehingga tidak bisa dipenuhi. Kalau orang kurus, mungkin jumlah insulin pas-pasan saja cukup sehingga tidak keluar diabetesnya. Namun begitu ada pencetusnya katakan ada infeksi berat atau sakit berat maka pada saat itu kebutuhannya meningkat sehingga keluarlah diabetesnya.

Berapa kadar insulin yang seimbang?

Ini penting juga karena diagnosis diabetes hanya bisa dilakukan dengan memeriksa kadar glukosa (gula) di dalam darah dalam dua keadaan, saat puasa yaitu 126mg/dl dan dua jam sesudah makan atau sewaktu makan yaitu 200 mg/dl. Nah jumlah kadar itu berubah beberapa tahun yang lalu menjadi 140 mg/dl. Jadi kalau gula darah sewaktu atau dua jam sesudah makan lebih dari 200 mg/dl maka itu sakit gula.

Apakah jumlah kadar glukosa itu maksimal?

Bukan maksimal, itu diagnosis. Kalau kurang dari jumlah itu dia dikatakan tidak sakit gula.

Berapa batas kadar yang dianggap berbahaya bagi seseorang?

Jadi, ada lagi yang disebut gangguan glukosa puasa yaitu risiko terjadi diabetes. Kalau dia memiliki kadar antara 100 - 126 mg/dl maka tidak normal dan itu berisiko terkena atau suatu saat akan sakit diabetes. Kalau memiliki kadar di bawah 100 mg/dl maka dikatakan normal. Jadi kalau dalam keadaan puasa seseorang memiliki kadar di bawah 120 mg/dl maka dia tidak normal. Walau dia belum sakit gula tapi memiliki risiko menjadi penderita diabetes di kemudian hari.

Bagaimana sebenarnya untuk mengetahui seseorang mengidap penyakit gula?

Sebetulnya sakit diabetes itu bukan penyakit yang menakutkan kalau sejak tahap awal sudah diketahui karena penyakit itu tidak dirasakan sama sekali. Gejala kalau mengidap gula darah tinggi adalah seseorang banyak makan, banyak minum, banyak kencing. Seorang yang tidak napsu makan akan segera ke dokter. Tapi seorang yang napsu makannya baik umumnya tidak ke dokter. Orang yang susah kencing (buang air kecil) maka akan ke dokter, tapi kalau dia kencing lancar maka tidak akan ke dokter. Jadi gejalanya banyak makan, banyak minum, banyak kencing. Itu sebetulnya suatu gejala. Jadi kalau kita makan banyak misalnya dua piring dan merasa enak saja, tidak merasa kenyang, maka mesti hati-hati apalagi disertai banyak kencing. Kalau siang hari, dia pikir karena minum banyak maka masih bisa diterima. Namun kalau malam hari, dia kencing sampai 3 – 4 kali misalnya maka harus hati-hati. Orang umumnya tidak akan ke dokter untuk gejala itu. Orang ke dokter nanti kalau dia sudah lemas, matanya mulai kabur, kakinya mulai kesemutan, luka tidak sembuh-sembuh. Itu kalau sudah lama.

Di Inggris, pemerintahnya melakukan screening ke seluruh penduduk untuk mengetahui penderita diabetes. Pada waktu seseorang diketahui menderita gula, sebanyak 50% diantaranya sudah mempunyai lebih dari satu komplikasi. Bayangkan, kita tidak pernah screening di sini. Jadi orang datang ke dokter, kalau sudah ada gejala komplikasi, bukan gejala gula, seperti luka tidak sembuh-sembuh, kaki sudah mau dipotong, sudah mau cuci darah. Misalnya, dia mual-mual ternyata ginjalnya sudah payah karena sebelumnya tidak merasakannya. Karena itu penyuluhan kami adalah mengimbau agar memeriksa kadar gula setahun sekali, apalagi jika di dalam keluarga kita ada yang mempunyai penyakit gula. Mulailah periksa dari usia 30 tahun. Bila dalam keluarga ada seorang wanita hamil yang melahirkan bayi empat kilogram, maka jangan cepat-cepat senang dan berpikir bahwa itu sehat. Mungkin itu karena ibunya sakit gula. Juga bagi orang gemuk yang memiliki tekanan darah tinggi dan perut buncit besar maka dia termasuk yang berisiko diabetes. Selain itu, berat badan turun tanpa alasan juga harus diperiksakan. Tapi tidak usah semua orang yang lewat diperiksa.

Kemana harus memeriksakannya bagi masyarakat yang ingin lebih mengetahuinya?

Periksa ke laboratorium, minta periksa gula darah. Sekarang bisa juga diperiksa dari ujung jari, pembuluh darah kapiler, walaupun itu bukan golden standard. Juga harus periksa pembuluh darah vena. Tapi paling tidak melakukan screening. Kalau sewaktu kita periksa, tidak pakai puasa, kapan saja, dengan hasil menunjukkan di atas 200 mg/dl maka itu kemungkinan diabetes. Harus diperiksakan sekali lagi dengan pemeriksaan lain yang lebih teliti. Itu pun sering banyak orang tidak tahu. Misalnya, sewaktu saya pergi ke daerah memeriksa masyarakat, mereka banyak yang tidak mengetahui bahwa hanya dengan tusuk ujung jari maka kita bisa mengetahui gula darah tinggi atau tidak. Dalam 12 detik hasilnya keluar. Kalau periksa ke laboratorium tentu diperiksa darah lebih lengkap.

Sewaktu saya pergi ke Ternate, ada seorang ibu dengan bangga menyatakan, “Hah, gula saya tinggi 400, berapa gulamu.” Dia senang memiliki kadar gula 400, dia tidak tahu bahwa itu bahaya. Saya sedih, bagaimana kita menyampaikan kepada ibu itu bahwa dia mempunyai sakit gula. Mereka tidak pernah diajarkan bahwa kalau gula tinggi itu tidak bagus. Dan kalau gula tinggi itu maka seumur hidup tidak ada sembuhnya terutama pada tipe 2.

Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang sudah mempunyai penyakit ini agar kadar gulanya terkontrol dan seimbang?

Tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan. Seorang yang diabetes bisa dikendalikan kadar gulanya sehingga bisa hidup seperti orang lain. Mengendalikannya adalah mengatur makan, aktivitas fisik. Kita tahu sekarang orang banyak yang tidak melakukan aktivitas fisik. Tidak perlu harus berolah raga berenang dan lainnya, hanya berjalan kaki 30 menit saja sudah disebut aktivitas fisik. Lalu mengendalikan makan dengan mengatur makanan berlemak, manis-manis, makanan yang menggemukkan. Makanan yang berlebihan itu menaikkan berat badan, kalau berat badan naik, gula tidak bisa dikontrol. Kalau input dan output bisa balance maka itu cukup. Tapi kadang-kadang justru itu yang susah. Mengatur makan yang susah.

Apa makanan yang tidak boleh dimakan oleh mereka yang mempunyai penyakit gula?

Pola sekarang sudah terbukti yaitu tidak ada yang tidak boleh dimakan. Seorang yang diabetes boleh makan apa saja. Perbedaannya hanya dalam jumlah yang dimakan. Kalau ada orang mengatakan, “Oh, saya mesti makan kentang tidak boleh makan nasi.” Tidak begitu. Kalau makan empat buah kentang yang besar sama juga dengan dua piring nasi. Yang penting jumlah total kalorinya. Masing-masing orang ada kebutuhan kalori. Kalau orang yang aktif sekali maka kebutuhan kalorinya tinggi. Kalau orang yang bekerja di kantor maka kebutuhan kalorinya rendah. Total kalori yang dibutuhkan untuk masing-masing orang berbeda. Tentu kalau orang yang gemuk kita usahakan untuk mengurangi kalorinya agar berat badan turun. Yang penting total kalorinya dan jadwalnya. Tentu jangan makan sehari cuma dua kali, satu kali atau lima kali. Yang betul makanlah tiga kali, dua kali snack dengan diatur jamnya. Makanlah pada waktunya jangan menunggu lapar dulu. Kalau jam 1 harus makan maka makan. Jangan ditunda, kalau ditunda nanti menjadi lapar sekali sehingga makan dua piring. Sebetulnya aturan itu berlaku bagi semua orang, asal kita bisa menjumlahkan total kalorinya. Walaupun makanan itu ada berbahan gula pasir maka perbedaannya hanya pada jumlah. Kalau sudah makan satu sendok gula pasir, maka kurangi nasinya. Kalau kita mau makan kue, makan saja tapi nasi tidak lagi. Jadi sebenarnya tidak ada makanan yang tidak boleh.

Mengenai harapan hidup orang yang menderita penyakit ini. Biasanya kalau sudah diabetes maka penyakit ini bisa kemana-mana. Apakah kalau sudah dikontrol begitu maka penderita diabetes mempunyai harapan hidup sebagaimana orang pada umumnya?

Dulu sewaktu insulin belum ditemukan memang umurnya pendek. Karena kalau gula darah naik tidak bisa apa-apa. Tapi sekarang setelah begitu banyak ditemukan obat dan teknologi sudah maju dimana menyuntik insulin tidak terasa sakit sehingga harapan hidup lebih panjang. Katakanlah dulu tidak ada cuci darah sekarang ada cuci darah sehingga umurnya bisa panjang. Kalau dulu umur 30 sudah meninggal. Kalau sekarang katakanlah umur 70, 80, 90 tahun pun ada yang masih hidup. Hanya saja yang belum adalah bagaimana kualitas hidupnya? Harapan hidup tentu akan lebih pendek kalau tidak terkendali. Kalau bisa kita kendalikan maka umurnya akan seperti orang lain. Banyak pasien saya yang berumur 80, 90 tahun gula darahnya terkendali dengan baik, tidak ada komplikasi. Cuma, kita tahu bahwa diabetes itu tidak bisa disembuhkan. Kita hanya mencegah terjadinya komplikasi pembuluh darah besar, dan pembuluh darah kecil. Kelihatannya sepele tapi pembuluh darah besar itu di otak, jantung dan kaki. Pembuluh darah di otak tersumbat bisa terkena stroke. Jika pembuluh darah di jantung kita tersumbat, maka bisa terkena penyakit jantung koroner. Jika di kaki tersumbat, kita bisa diamputasi. Pembuluh darah kecil itu ada di mata, jika terkena bisa menyebabkan buta. Jika ginjal terkena maka bisa menyebabkan gagal ginjal. Sistem saraf di kaki terkena maka kita tidak terasa apa-apa, bisa jadi kebal. Hal-hal seperti itu mengubah kualitas hidup.

Rasanya kalau dengan wilayah seluas Indonesia semestinya memiliki fasilitas yang sesuai dengan potensi penderita jumlah diabetes yang banyak dan tenaga medis yang juga memadai. Bagaimana mengenai hal tersebut selama ini?

Dapat saya sampaikan begini, menurut perhitungan badan kesehatan dunia (World Health Organization –WHO) pada tahun 2003, kita berada nomor empat untuk jumlah orang dengan diabetes di dunia. Nomor satu India, kedua China, ketiga Amerika Serikat, keempat Indonesia. Jadi bisa dibayangkan, jumlah diabetisi atau orang dengan diabetes. Waktu itu disebutkan kita ada 8,5 juta orang. Sekarang, jumlahnya mungkin jauh lebih banyak lagi. Dokter di Indonesia ada sekitar 44.000. Dari 44.000 itu ada 1.500 spesialis penyakit dalam. Diantara 1.500 spesialis penyakit dalam ada 40 konsultan endokrin yang menangani diabetes ini. Mereka hanya di 13 kota besar, sedangkan Indonesia memiliki banyak provinsi atau pulau. Di seluruh Pulau Kalimantan tidak ada konsultan endokrin. Di seluruh Sulawesi hanya ada 2 - 3 orang konsultan endoktrin yaitu hanya di Menado dan Makassar. Sedangkan di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau tidak ada konsultan endoktrin. Yang ada hanya di Padang, Palembang dan Medan dengan masing-masing wilayah hanya satu. Jadi begitu banyak orang yang mempunyai diabetes, tapi tenaga kesehatannya sedikit. Jadi sekarang kita mengusahakan untuk pergi ke daerah, melatih para dokter umum untuk mengobati diabetes. Yang ironis adalah selama pendidikan dokter, mengenai diabetes hanya diajarkan selama empat jam. Bisa dibayangkan kalau seorang lulusan Fakultas Kedokteran hanya empat jam belajar mengenai diabetes padahal dia harus mengobati suatu penyakit yang kronis, yang jangka panjang. Kalau di suatu daerah tidak ada spesialis penyakit dalam atau tidak ada konsultan diabetes atau endokrin, maka alangkah menyedihkan.

Apa yang harus dilakukan masyarakat di pedalaman seperti itu agar sadar dan tahu bahaya penyakit ini, dan apa yang sekarang dilakukan oleh Persadia untuk menangani kekurangan tenaga medis di daerah-daerah itu?

Kami sekarang pergi ke daerah-daerah, ke tingkat kabupaten menyampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat bahwa perubahan gaya hidup akan membawa dampak. Jangan ikut-ikutan orang kota. Harus banyak melakukan aktifitas fisik. Pertahankan pola makan yang sudah baik. Jangan ikut-ikut makan fast food atau makanan seperti orang barat atau kota besar karena akan mudah menjadi gemuk, akan mudah kena penyakit dan kalau sudah kena penyakit yang tidak bisa disembuhkan itu alangkah menyedihkannya. Pemerintah sudah banyak berusaha, tapi kita tahu sendiri bahwa untuk sampai ke daerah-daerah seperti itu obat-obatan masih sangat terbatas. Yang saya tahu Menteri Kesehatan sudah mencari terobosan-terobosan untuk melayani orang dengan diabetes ini karena ujung-ujungnya nanti kalau tidak ditangani dengan cepat bisa mengakibatkan kebutaan, sakit jantung, dan lain-lain. Kita mempromosikan gaya hidup sehat supaya mereka bertahan dengan pola hidup yang banyak bergerak, banyak makan sayur, buah, jangan makan manis, berlemak. Sering kali orang daerah makan banyak nasi, hanya dengan ikan asin dan sambel saja, menu seperti itu berkalori tinggi.

Nah ini juga menyangkut soal struktur sosial ekonomi kita. Orang mengatakan kalau miskin maka akan memiliki banyak penyakit karena memang mereka tidak bisa memenuhi kadar gizi yang memadai. Menyangkut ini saya kira pasti ada hubungannya dengan kualitas hidup seseorang. Bagaimana cara masyarakat yang juga secara ekonomi kurang mampu bisa juga memenuhi kebutuhan gizi yang sehat?

Ya, memang kita lihat ironis. Mereka makan apa adanya, sehingga kadang makan berlebih saat kalau mempunyai uang banyak. Mereka tidak sadar bahwa penyakit diabetes itu bukan hanya penyakit orang kaya. Di daerah pun cukup banyak orang dengan diabetes. Bedanya, kalau orang yang di kota, mereka menyadarinya sehingga kalau mereka gemuk berusaha fitness. Kalau ada makanan yang rendah kolesterol dan sugar free, mereka berusaha memilihnya. Sementara di daerah hal itu tidak ada. Jadi sebelum mereka melakukan itu, lebih baik kita sampaikan pesan hiduplah sehat, banyak bergerak. Dulu di daerah-daerah orang berjalan untuk pergi ke sawah, sekarang naik ojek. Akibatnya, aktifitas fisik berkurang. Mungkin dia masih memacul, tapi jalannya sudah tidak lagi. Kemana-mana motor sudah ada. Kalau orang kota masih senam, jalan pagi, sedangkan mereka yang di daerah merasa sudah cukup dengan kerja. Nah, aktifitas fisik yang berkurang ini nanti membuat mereka lebih gemuk. Kalau sudah gemuk bisa gula. Urusannya jadi panjang. Nah sebelum sampai berakibat itu, pemerintah daerah harus sadar dengan menyediakan fasilitas-fasilitas, seperti fasilitas olah raga, fasilitas yang membuat mereka berjalan atau melakukan suatu kegiatan. Apalagi kini fast food juga semakin banyak, itu membuat mereka jadi gemuk. Susah kalau sudah terlanjur.

Apakah ada contoh yang menggambarkan pola hidup masyarakat di daerah yang baik untuk mengontrol diabetes, misalnya tradisi makan atau gaya hidupnya?

Kita tahu masyarakat Jawa Barat banyak makan sayur. Katanya, kalau ditaruh di lapangan bisa hidup karena semua lalapan, sekarang tidak begitu lagi. Mereka makannya sudah fast food, makanan tradisional sudah jarang. Sementara di daerah tertentu memang makanan tradisionalnya mengandung banyak fat, artinya banyak daging. Makanan daerah yang susah sayur lebih banyak manis dan banyak lemak sehingga kalau mereka tidak melakukan aktifitas fisik makin banyak yang gemuk. Saya membayangkan begini, kalau dulu orang untuk hidup maka makanan harus berburu, tidak berburu tidak makan, sehingga orang tidak ada yang gemuk. Semua ramping, kurus, dan cepat. Kalau tidak dia makan maka dia dimakan. Kemudian berubah sampai orang bercocok tanam. Orang tidak mudah untuk makan kalau dia tidak menanam. Sekarang orang tidak menanam, tidak berburu, orang tukar dengan kertas (duit - Red) untuk makan. Nah pola hidup manusia yang dulu menyebabkan tidak ada sakit gula. Sekarang ada sakit gula karena tanpa usaha sedikit pun, hanya tukar kertas maka ia bisa makan.

Apakah semestinya juga kembali ke periode dimana pemerintah zaman dulu mengatakan mengolahragakan masyarakat, memasyarakatkan olahraga?

Kalau olah raga mungkin harus disediakan fasilitas. Karena itu PBB, WHO, atau pemerintah mengatakannya, “Walk 30 minutes everyday or walk 30 minutes most days in a week.” (berjalanlah selama 30 menit setiap hari – red) Itu realistis, kalau disuruh berolah raga maka dia harus membeli raket atau alat olah raga lainnya. Jadi jalan saja, dimana saja, dengan siapa saja, selama 30 menit.

Sumber : http://www.perspektifbaru.com/

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
November 14th, 2008 by Author | No Comments »

Hari Diabetes Dunia - 14 November

World Diabetes Day - Hari Diabetes Dunia

Jatuh pada hari Jumat tanggal 14 November 2008

Untuk memperingati World Diabetes Day - Hari Diabetes Dunia di setiap negara diselenggarakan kegiatan jalan kaki untuk penderita kencing manis yang disponsori oleh Wold Diabetes Foundation, WHO dan bekerjasama dengan lembaga yayasan dan asosiasi diabetes negara-negara didunia.

Khusus untuk memperingati World Diabetes Day - Hari Diabetes Dunia jatuh pada tanggal 14 November 2008 kami siapkan sebuah artikel khusus yang akan kami publiskan pada tanggal 14 November 2008. Silahkan anda kembali ke blog kami dan temukan artikel khusus tersebut.

APA YANG HARUS KITA LAKUKAN PADA TGL 14 NOVEMBER 2008?
UNTUK MEMPERINGATI HARI WORLD DIABETES DAY
MARI KITA NYALAKAN LAMPU WARNA BIRU
SEBAGAI LOGO HARI DIABETES DUNIA


Find more videos like this on Tu Diabetes - A Community for People Touched by Diabetes

Silahkan baca artikel terkait untuk kegiatan tahun 2007,
Hari Diabetes Dunia, 14 November

Jangan ketinggalan melihat foto-foto kegiatan Hari Diabetes Dunia 2006, 2007 di :
Gallery

Dan jangan tertinggal baca artikel untuk kegiatan 2008,
Global Diabetes Walk

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
November 12th, 2008 by Author | No Comments »

Merokok, siap-siap kena kencing manis - diabetes

Kencing manis | Inilah alasan lain untuk melempar rokok jauh-jauh. Merokok, yang sudah diketahui mengakibatkan kanker paru-paru, serangan jantung dan stroke, juga meningkatkan resiko bagi jenis diabates paling umum, kata beberapa peneliti.

Perokok menghadapi peningkatan resiko 44% untuk terserang diabetes type 2 jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, demikian temuan para peneliti Swiss tersebut.

Dr. Carole Willi dari University of Lausanne di Swiss dan rekannya menganalisis 25 kajian yang menyelidiki hubungan antara merokok dan diabetes yang disiarkan antara 1992 dan 2006, dengan sebanyak 1,2 juta peserta yang ditelusuri selama 30 tahun.

Mereka mendapati resiko bahkan lebih tinggi bagi perokok berat. Mereka yang menghabiskan sedikitnya 20 batang rokok sehari memiliki resiko terserang diabetes 62% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Berhenti merokok akan mengurangi resiko itu. Bekas perokok menghadapi resiko 23% lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan perokok, jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang masih merokok saat ini, lapor para ilmuwan itu dalam Journal of American Medical Association.

“Pada tingkat kesehatan masyarakat, ini sangat penting karena peristiwa diabetes secara dramatis meningkat. Makan menghindari diabetes akan menjadi alasan baik lain bagi perokok untuk berhenti atau bagi orang yang tidak merokok untuk tidak memulai,” kata Willi melalui surat elektronik.

Diabetes type 2, bentuk diabetes yang seringkali berkaitan dengan kelebihan berat badan, pola makan yang buruk dan gaya hidup yang tak pernah berubah, menjadi makin umum ditemui di banyak negara.

Dapat dicegah
Menghisap rokok adalah penyebab utama kematian global yang dapat dicegah, dan telah menewaskan tak kurang dari 4 juta orang per tahun atau sekitar 9% angka kematian di seluruh dunia, kata para peneliti tersebut.

Selain mengakibatkan paling banyak kasus kanker paru-paru serta jenis lain kanker, merokok juga dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis dan penyakit lain.

“Konsekuensi dari temuan ini juga penting karena diabetes dan menghisap rokok adalah faktor resiko utama penyakit jantung dan urat darah,” kata Willi.

Willi menyatakan bahwa para peneliti tersebut sebelum tak diarahkan agar menyimpulkan bahwa merokok sesungguhnya mengakibatkan diabetes pada orang-orang di dalam 25 kajian.

Namun Willi mengatakan kenyataan bahwa makin banyak merokok yang mengakibatkan resiko diabetes yang lebih tinggi menunjukkan bahwa merokok mengakibatkan penyakit itu.

Selain itu, merokok mendahului perkembangan diabetes pada peserta di semua kajian tersebut, kata Willi.
Merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin, kata para peneliti tersebut. Itu berarti merokok dapat mencampuri cara tubuh memanfaatkan insulin. Kebal terhadap insulin biasanya mengawal diabetes type 2.

Dalam tajuk yang menyertai penelitian tersebut, Eric Ding dan Dr. Frank Hu dari Harvard School of Public Health di Boston mengatakan saran kesehatan masyarakat untuk mencegah diabetes jenis 2 mesti meliputi pesan anti-rokok.

“Pencegahan utama masyarakat terhadap diabetes type 2 dapat dicapai melalui menghindari merokok dan perubahan faktor gaya hidup melalui kombinasi pemantau ketat kesehatan, kegiatan fisik rutin, sedikit konsumsi alkohol dan pola makan yang layak,” tulis mereka.

Sumber : http://www.kapanlagi.com/

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
November 7th, 2008 by Author | 2 Comments »

Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE

Kalau kita berbicara tentang diabetes atau kencing manis di Indonesia, kita tidak bisa terlepas dari tokoh yang satu ini, siapa dia? Simak informasi singkat mengenai dia:

Prof Sidartawan dilahirkan di Amsterdam, tahun 1944 silam dan saat ini merupakan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) periode 2005-2008. Beliau lulus kedokteran dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tahun 1971 dan menyelesaikan spesialis penyakit dalam pada tahun 1985. Prof Sidartawan merupakan spesialis penyakit dalam, konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di FKUI dan berpraktek di RS Husada, Jakarta Pusat. Beliau telah menjadi Fellow American College of Endocrinology sejak tahun 2005.

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
November 1st, 2008 by Author | 2 Comments »

Artis Suzanna meninggal karena kencing manis - diabetes

Kencing manis | Artis terkenal Suzanna meninggal pada tgl 17 Oktober 2008, sekitar jam 23:30 karena penyakit diabetes yang dideritanya selama 5 tahun. Suzanna meninggal dalam usia 66 tahun dikediamannya di Magelang.

Suzanna merupakan salah satu artis sangat terkenal di Indonesia dan yang sering memerankan tokoh Nyi Blorong atau film horor. Suzanna bersuamikan seorang lelaki yang jauh lebih muda dari beliau bernama Clif Sangra.

Selamat jalan Suzanna

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
October 16th, 2008 by Author | 1 Comment »

Memerangi kencing manis - diabetes melalui diet golongan darah

Kencing manis | Hari ini saya berhasil menemukan sebuah buku di internet yang saya anggap sangat berharga dan sangat saya anjurkan untuk dibaca oleh penderita diabetes. Saya  sendiri belum sempat membacanya sampai habis karena jumlah halamannya ada 257 halaman. Tapi judul buku tersebut sangat menarik perhatian saya, lalu saya coba minta tolong om Google untuk membantu saya melakukan search di internet dengan harapan ada e-booknya, moga-moga bisa gratis. Eh…benar aja dugaan saya…ternyata memang ada, tapi saya tidak download sebab itu ada copyrightnya, kalau anda mau baca online silahkan ikuti link yang saya berikan dibawah posting ini. Cover buku ini memang agak aneh, cover depan dibiarkan berwarna putih bersih, tapi cover belakangnya dicetak 3 warna. Berikut saya kutip ringkasan resensi dari situs resminya.

Penulis : Peter D. J’Adamo, Jumlah Halaman : 257, Penerbit : Bentang Pustaka, Harga : Rp 33.000.-ISBN : 979-24-3803-3

Ada cara baru memerangi diabetes! inilah harapan yang lantang dikemukakan oleh dokter Peter D. J’Adamo dalam buku terbarunya berjudul:

“Diabetes : Sebuah Penemuan Baru Memerangi Diabetes Melalui Diet Golongan Darah

Penelitiannya yang intensif tentang golongan darah dan pengaruhnya terhadap makanan menunjukkan hasil yang menakjubkan. Ternyata, makanan memiliki karakteristik yang beraneka dan akan berbeda hasilnya bila dikonsumsi oleh penderita dengan jenis golongan darah yang berbeda pula.

Penemuan terbaru tentang diabetes ini telah memberikan harapan hidup lebih lama bagi para penderita diabetes. Temukan cara mengatasi diabetes Anda dalam buku yang sangat berharga ini.

Apa pentingnya buku ini bagi Anda?

  • Berisi daftar makanan sangat bermanfaat: sebuah kategori nilai makanan baru yang memiliki khasiat pengobatan yang dapat membantu Anda mencegah dan memerangi diabetes.
  • Informasi terbaru-yang tidak akan Anda temukan dalam buku lainnya-tentang mengonsumsi makanan, minuman, herbal, dan suplemen untuk mengatasi diabetes.
  • Tabel makanan dan rekomendasi makanan sebagai panduan khusus golongan darah untuk usaha pencegahan dan pengelolaan diabetes.
  • Penelitian mutakhir tentang pradiabetes, kadar gula darah yang tinggi, kadar gula darah yang rendah, obesitas, dan berbagai faktor lain yang membawa Anda pada keadaan diabetes.
  • Kuisioner khusus golongan darah untuk menilai resiko dan mengikuti kemajuan Anda saat kesehatan Anda pulih.

DAFTAR ISI
Bagian Pertama
Golongan Darah dan Diabetes: Sebuah Panduan Dasar

1. Dinamika Diabetes
2. Hubungan antara Golongan Darah dan Diabetes
3. Memerangi Diabetes dengan cara Konvensional dan Terapi Golongan Darah

Bagian Kedua
Rencana Berdasarkan Golongan Darah

4. Golongan Darah O
5. Golongan Darah A
6. Golongan Darah B
7. Golongan Darah AB

Ternyata buku ini harganya sangat murah hanya RP. 33.000, jika dibandingkan dengan jumlah halaman 257 halaman saya katakan terlalu murah, tapi masih yang ada yang lebih murah alias gratis yaitu anda bisa baca langsung online dipustakanya om Google di link ini:

Sumber : http://www.mizan.com/index.php?fuseaction=buku_full&id=6657

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
October 16th, 2008 by Author | 3 Comments »

Video Diabetes Mellitus

Video dibawah ini menggambarkan penyebab terjadinya diabetes

Video dibawah ini menggambarkan tentang komplikasi diabetes

Video dibawah ini tentang bagaimana insulin bekerja didalam tubuh kita

Video dibawah ini menggambarkan fungsi insulin didalam tubuh kita

Video dibawah ini menggambarkan bagaimana pankreas bekerja didalam tubuh kita

Video dibawah ini menggambarkan pankreas melepaskan insulin dan bekerja didalam tubuh kita

Video dibawah ini menunjukkan bagaimana pankreas melepaskan insulin untuk mengontrol glucose atau gula darah didalam tubuh kita

Video dibawah ini adalah video tentang alat untuk melancarkan aliran darah kaki penderita diabetes yang disebut dengan Circulator Boot (Sepatu Boot Sirkulator).

(Circulator Boot Video)

Jika anda suka artikel diatas silahkan di Bookmark

BookmarkAddict.com
October 12th, 2008 by Author | 2 Comments »