| Mobile | RSS

650.000 Anak Indonesia Mengidap Diabetes

November 6th, 2009 | No Comments | Posted in Diabetes Anak, Informasi Lain-Lain

diabetes anak-anakSekitar 650.000 anak Indonesia mengidap diabetes mellitus tipe 2. Gaya hidup tidak sehat dan tidak seimbang memicu peningkatan jumlah diabetes mellitus di Indonesia.

Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi (PDN) RSU Dr Soetomo Surabaya Askandar Tjokroprawiro mengatakan, Departemen Kesehatan mencatat sedikitnya 13 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes mellitus (DM). Lima persen di antaranya atau sekitar 650.000 orang masih anak-anak, yang umumnya mengidap DM tipe 2. ”DM tipe 2 disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat sehingga menyebabkan resistensi insulin,” jelas Askandar, Selasa (3/11).

Saat ini, DM tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak ditemukan. ”Jika dulu DM tipe 2 dihubungkan dengan usia lanjut, sekarang dapat menyerang sejak usia anak-anak, remaja, dan usia dewasa. Anak-anak sekarang yang banyak makan makanan tidak sehat dan kurang bergerak rawan mengidap DM tipe 2,” tuturnya.

Orangtua harus memerhatikan kebiasaan makan dan aktivitas fisik anaknya di rumah. Selain itu, orangtua juga harus memerhatikan perkembangan berat badan anaknya. Anak yang terindikasi menderita DM biasanya sering cepat lapar dan haus, buang air kecil banyak, dan berat badannya tidak pernah naik. ”Kalau melihat gejala-gejala itu harus hati-hati. Coba ajak anak untuk memeriksa kadar gula darahnya. Kadar gula darah yang normal pada anak sama dengan kadar gula yang normal bagi orang dewasa, yakni berkisar 100-140 mg/dl,” Askandar menjelaskan.

Peneliti pada PDN, Agung Pranoto, mengatakan, peningkatan jumlah pengidap DM cukup tinggi. Secara nasional, rata-rata pengidap naik 5,7 persen. Namun, di beberapa kota besar seperti Jakarta, peningkatan jumlah pengidap bisa mencapai 12 persen per tahun. ”Kondisi ini memprihatinkan karena angka kematian akibat diabetes cukup tinggi. Di seluruh dunia, rata-rata enam orang meninggal setiap menit akibat komplikasi diabetes,” kata Agung.

Bahkan, ada kemungkinan jumlah penderita DM di Indonesia lebih banyak dari yang terdata di Departemen Kesehatan.

Askandar juga mengungkapkan, pengidap DM rawan terkena osteoporosis. Kadar gula yang tinggi pada darah memacu hormon yang mengurangi tingkat kepadatan tulang. Jika dibiarkan, penderita DM akhirnya akan terkena osteoporosis dan mudah patah tulang.

Sumber : Kompas.com

Related Posts with Thumbnails

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to Ping.fm Post to Reddit Post to StumbleUpon

Artikel Terkait

Leave a Reply 4088 views, 17 so far today |

Leave a Reply






Add to Technorati Favorites New Web Directory: The New Web Site Directory Feedage Grade A rated My BlogCatalog BlogRank THE BOBs Subscribe My Feed
Submit link
Preview on Feedage: info-diabetes-mellitus Add to Feedage RSS Alerts Info Diabetes Mellitus RSSMountain ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers Blog Directory by Blog Flux Health Blogs - Blog Rankings Health (Medicine) - TOP.ORG
kencing manis, gejala kencing manis, penyebab kencing manis, diabetes mellitus, diabetes, diabetisi, komplikasi, medikasi,pengobatan diabetes,pengobatan kencing manis,artikel diabetes, artikel kencing manis,informasi diabetes,blog diabetes,situs diabetes Blogz Top Blogs Health Add to The Free Dictionary Blog Directory Powered by FeedBurner blogarama - the blog directory Blog Directory TopOfBlogs Subscribe in NewsGator Online Subscribe with Bloglines Dr.5z5 Open Feed Directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory Free PageRank Checker Msn bot last visit powered by Scriptme Google bot last visit powered by Scriptme Yahoo bot last visit powered by Scriptme