Apa itu Glikemik Indeks (GI) dan Manfaatnya? | Info Diabetes Mellitus

Apa itu Glikemik Indeks (GI) dan Manfaatnya?

July 19th, 2011 | Visited 117283 times, 2 so far today 0 Comments

Tingginya gula darah atau glukosa dalam darah dapat disebut sebagai Diabetes.  Penderita diabetes tipe2 harus memahami dengan baik bahwa kadar gula darah mereka dengan sangat mudah dipengaruhi oleh karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan mereka. Kecepatan perubahan karbohidrat menjadi glucose dan melepaskannya ke dalam aliran darah untuk setiap jenis makanan yang kita konsumsi akan berbeda-beda. Diakui di dalam medis bahwa kenaikkan gula darah yang cepat dan mendadak akan sangat membahayakan pasien diabetes tipe2.

Nah… untuk mengetahui kecepatan suatu makanan meningkatkan kadar gula darah, kita dapat menggunakan Glikemik Indeks (Glycaemic Index yang biasanya disingkat menjadi GI).

Apa itu Glikemik Indeks (GI)?

Glikemik Indeks (GI) adalah skala atau angka yang diberikan pada makanan tertentu berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan kadar gula darahnya, skala yang digunakan adalah 0-100. Indeks glikemik disebut rendah jika berada di skala kurang dari 50, indeks glikemik sedang jika nilainya 50-70 dan indeks glikemik tinggi jika angkanya di atas 70.

Singkatnya Glikemik Indeks (Glycemic Index atau GI) adalah ukuran kecepatan makanan diserap menjadi gula darah. Semakin tinggi indeks glikemik suatu makanan, semakin cepat dampaknya terhadap kenaikan gula darah.

Nilai dari jenis makanan pada skala glikemik indeks sangat dipengaruhi oleh jenis makanan, pengolahannya, kematangan, periode dimana itu disimpan, cara makanan itu dimasak dan faktor lainnya. Ketika makanan (yang mengandung karbohidrat) ditelan, akhirnya akan melepaskan glukosa selama proses pencernaan, yang diserap, yang kemudian menghasilkan lonjakan dalam tingkat glukosa darah. Dalam fakta medis diakui bahwa lonjakan gula darah besar sangat berbahaya bagi seorang penderita diabetes Tipe 2.

Dalam rangka untuk mengukur seberapa cepat dan tinggi kadar gula darah akan naik setelah seseorang mengkonsumsi karbohidrat yang dikandung dari makanan pilihannya, maka diperkenalkan apa yang sekarang disebut dengan Glikemik Indeks (atau GI).

Semakin besar nilai glikemik indeks suatu makanan akan mencerminkan kecepatan yang lebih besar makanan tersebut akan memecah selama pencernaan, dan akibatnya melepaskan sejumlah besar glukosa ke dalam aliran darah lebih cepat.

Apakah Anda tahu jenis makanan dengan nilai GI tinggi? Mengkonsumsi makanan dengan nilai GI tinggi tidak baik bagi penderita penyakit diabetes tipe2! Oleh sebab itu adalah sangat penting pasien Diabetes tipe2 harus tahu glikemik indeks setiap makanan adalah tidak sama! Penyandang diabetes tipe 2 harus memahami apa yang mereka bisa dan tidak bisa makan berdasarkan glikemik indeks dari makanan yang mereka konsumsi.

Hal yang sangat penting diketahui bahwa mengkonsumsi makanan glikemik indeks rendah akan memberikan kepada kita:

  1. pengaruh makanan terhadap kadar darah sangat kecil,
  2. memperkenalkan jenis makanan sangat lambat glukosa diserap ke dalam aliran darah,
  3. membantu menjaga keseimbangan tingkat energi dan akan,
  4. membuat Anda tetap aktif lebih lama, cukup dengan menyediakan energi lebih lama dalam bentuk pelepasan glukosa lambat ke dalam aliran darah.

Makanan dengan GI rendah dapat membantu individu dengan diabetes tipe 2 dalam menurunkan berat badan, meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, mengurangi resiko kardio-vaskular dan juga dalam membantu mengontrol kadar kolesterol.

Saran utama dari makanan GI rendah untuk orang dengan diabetes tipe 2 adalah konsumsi semua jenis buah-buahan dan sayuran, banyak salad, mie, pasta gandum, barley dan dedak. Mereka dengan diabetes tipe2 juga harus mengurangi atau menghindari konsumsi makanan GI tinggi indeks seperti kentang, kue dan keripik!

Makanan yang sedikit atau tidak mengandung karbohidrat, seperti daging, keju, dan gajih memiliki indeks glisemik mendekati nol. Semakin sedikit makanan mengandung pati dan gula yang mudah dicerna, semakin kecil indeks glikemiknya. Makanan berserat, meskipun mengandung karbohidrat, membutuhkan waktu untuk melewati sistem pencernaan, sehingga cenderung memiliki indeks glikemik rendah. Serat juga membantu memperlambat masuknya gula ke dalam aliran darah Anda.

Apa itu Muatan Glikemik (Glycemic Load atau GL)?

Seperti halnya indeks glikemik, muatan glikemik (glycemic load atau GL) digunakan untuk mengukur dampak potensial makanan terhadap gula darah. Makanan mungkin memiliki indeks glikemik tinggi tetapi jika tidak mengandung banyak karbohidrat per rata-rata penyajian, tidak akan banyak dampaknya pada gula darah.

Untuk menghitung muatan glikemik makanan, kalikan indeks glikemik dengan jumlah karbohidrat non-serat dalam satu porsi, kemudian bagi dengan 100. Angka muatan glikemik 20 ke atas dikategorikan tinggi, 10-19 menengah dan kurang dari 10 rendah.

No
Jenis Makanan
GI
GL
1
Glukosa
103
± 3
2
Kerupuk
87
± 2
3
Keripik jagung
81
± 6
4
Kentang rebus
78
± 4
5
Bubur beras
78
± 9
6
Semangka
76
± 4
7
Roti gandum putih
75
± 2
8
Roti gandum utuh
74
± 2
9
Nasi putih
73
± 4
10
Nasi beras merah
68
± 4
11
Sukrosa
65
± 4
12
Popcorn
65
± 5
13
Labu rebus
64
± 7
14
Kentang goreng
63
± 5
15
Ubi jalar rebus
63
± 6
16
Madu
61
± 3
17
Soft drink / soda
59
± 3
18
Mangga
59
± 8
19
Keripik kentang
56
± 3
20
Bubur gandum giling
55
± 2
21
Talas rebus
53
± 2
22
Bihun
53
± 7
23
Jagung manis
52
± 5
24
Es krim
51
± 3
25
Jus jeruk
50
± 2
26
Spaghetti
49
± 2
27
Selai strawberry
49
± 3
28
Jagung tortilla
46
± 4
29
Pisang
43
± 3
30
Kurma
42
± 4
31
Jus apel
41
± 2
32
Yogurt
41
± 2
33
Coklat
40
± 3
34
Susu lemak penuh
39
± 3
35
Wortel rebus
39
± 4
36
Susu skim
37
± 4
37
Susu kedelai
34
± 4
38
Kacang merah
24
± 4
39
Kacang kedelai
16
± 1
40
Fruktosa
15
± 4

Demikian informasi tentang Apa itu Glikemik Indeks (GI) dan Manfaatnya?. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Pesan artikel via email

Pastikan selalu mendapatkan update terbaru dari blog ini, Masukkan email Anda: (Email Anda akan kami rahasiakan).

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda.

Leave a Reply to this Post

*

Facebook Fans Page
Kategori

Statistik Blog