Apa itu PraDiabetes / PreDiabetes? | Info Diabetes Mellitus

Apa itu PraDiabetes / PreDiabetes?

March 20th, 2009 | Visited 41730 times, 1 so far today 16 Comments

pradiabetes - prediabetesPraDiabetes / PreDiabetes | Beberapa bulan terakhir saya mendapatkan cukup banyak email dari pembaca blog saya ini. Dan setelah saya amati dengan benar-benar email yang masuk kebanyakan menanyakan tentang apa itu PRADIABETES? Untuk menjawab pertanyaan itu sebenarnya sangat mudah, akan tetapi yang menjadi persoalan bagi saya adalah bahwa pertanyaan itu merupakan salah satu bukti bahwa sosialisasi tentang bahaya penyakit kencing manis di Indonesia masih sangat rendah, untuk itu saya postingkan artikel ini secara khusus untuk menjawab pertanyaan tentang APA ITU PRADIABETES?

Sebelum seseorang menderita kencing manis atau diabetes melitus (DM) tipe 2, hampir selalu melewati keadaan yang disebut PRADIABETES. PRADIABETES adalah jika KADAR GULA DARAH seseorang lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk dapat didiagnosis diabetes.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa selama pradiabetes telah terjadi kerusakan di tubuh, terutama jantung dan sistem peredaran darah. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa jika kadar gula darah dapat dikontrol selama pradiabetes, maka kejadian DM tipe 2 dapat dicegah atau diperlambat.

Terdapat dua macam pemeriksaaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami pradiabetes, yaitu Gula Darah Puasa (GDP) dan Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO). Seseorang yang akan melakukan pemeriksaan GDP, perlu puasa pada malam harinya. Pada pemeriksaan GDP, gula darah diukur pada pagi harinya sebelum makan. Pada pemeriksaan TTGO gula darah diukur setelah puasa dan kemudian dua jam setelah mengonsumsi minuman tinggi gula.

Setelah dilakukan pemeriksaan tersebut, kadar gula darah akan dicek untuk melihat apakah seseorang memiliki metabolisme normal, pradiabetes, atau diabetes. Jika kadar GDP abnormal maka disebut sebagai gula darah puasa terganggu. Sedangkan jika hasil TTGO abnormal maka disebut sebagai toleransi glukosa terganggu. Seseorang disebut sebagai pradiabetes jika kadar GDP mencapai 100 mg/dl s/d <126 mg/dl atau hasil TTGO 140 mg/dl s/d <200 mg/dl.

Siapa Saja yang Perlu Melakukan Pemeriksaan?
Orang dengan pradiabetes sering kali tidak merasakan gejala diabetes. Oleh karena itu, apabila usia Anda sudah mencapai usia 45 tahun atau lebih dan memiliki berat badan berlebih, sebaiknya melakukan pemeriksaan gula darah untuk deteksi awal pradiabetes.

Pada orang dewasa berusia kurang dari 45 tahun dan berat badan berlebih, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan pradiabetes jika Anda memiliki faktor risiko lain untuk diabetes atau pradiabetes, misalnya anda mempunyai keturunan orangtua yang kena kencing manis. Jika kadar gula darah Anda normal, pemeriksaan dapat dilakukan setiap tiga tahun sekali.

Bagaimana Mencegah Pradiabetes Menjadi Diabetes?
Penelitian yang dilakukan Program Pencegahan Diabetes menyatakan bahwa sekitar 11% orang dengan pradiabetes akan berkembang menjadi DM tipe 2 rata-rata setelah tiga tahun. Penelitian lain menyatakan bahwa banyak orang dengan pradiabetes akan berkembang menjadi diabetes setelah sepuluh tahun. Selain itu, orang dengan pradiabetes memiliki risiko penyakit jantung 1,5 kali lipat lebih besar daripada orang normal. Meskipun demikian, pradiabetes merupakan suatu keadaan yang dapat ditata laksana.

Seseorang dengan pradiabetes dapat dicegah untuk menjadi DM tipe 2 dengan mengubah diet dan meningkatkan aktivitas fisik. Diet dan aktivitas fisik bahkan lebih baik daripada penggunaan obat dalam memperlambat perkembangan pradiabetes menjadi diabetes.

Perkembangan pradiabetes menjadi diabetes dapat diturunkan sebanyak 58% dengan melakukan aktivitas fisik sedang setiap hari selama 30 menit dan menurunkan berat badan sebanyak 5-10%. Salah satu aktivitas fisik sedang yang mudah mudah dilakukan adalah berjalan.

Dengan mengubah gaya hidup atau lifestyle, kadar gula darah yang meningkat pada sebagian orang dengan pradiabetes dapat kembali normal. Mengingat risiko penyakit jantung yang lebih besar pada orang dengan pradiabetes, maka faktor risiko penyakit jantung yang lain juga perlu diperhatikan seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Semoga posting ini bermanfaat bagi anda.

Disarikan dari berbagai sumber.

Demikian informasi tentang Apa itu PraDiabetes / PreDiabetes?. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Pesan artikel via email

Pastikan selalu mendapatkan update terbaru dari blog ini, Masukkan email Anda: (Email Anda akan kami rahasiakan).

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda.

16 Responses to “Apa itu PraDiabetes / PreDiabetes?”

  1. adi says:

    Tapi kenapa bung harus mrngklik lagi buat artikel itu biar lansung dibaca gitu lo :mrgreen: :mrgreen:

  2. Author says:

    Kalau dibuka semua nanti SCROLL- nya kan terlalu dalam ke bawah, nanti cape dong scrolling terus. Lagi pula program blognya udah dari aslinya begitu.
    Makasih deh udah mampir disini
    Salam :oops: :roll: :lol:

  3. M.A. Desky says:

    Menurut pengalaman saya kedatangan penyakit diabetes memang susah diprediksi, banyak faktor yang ikut menyebabkannya. Kadang-kadang ada orang yang ngawur makan tetapi dia tidak terjangkit diabetes, namun sebaliknya ada orang yang agak teratur cara makannya tetapi toh dia terkena juga penyakit diabetes. Jadi agak susah menghindarinya. Saya sendiri tidak punya keturunan penyakit diabetes, cara makan pun dapat dikatakan tidak terlalu berlebihan, tapi toh terkena juga.
    M.A. Desky

  4. agung says:

    makasih informasinya. kenapa sih mau download alamat penjual mediabetea kok mbulet dan muter2. Setelah kirim email, ternyata malah disuruh kasih komen dulu. Ribet amat. Infonya bagus tp ribet banget, kenapa sih kok kayaknya infonya gak dibikin gampang aja, kan herbalnya bermanfaat :?: :lol:

  5. Author says:

    Pro : agung.
    DUlu semua email saya jawab satu persatu secara manual, perlu anda tahu bahwa sehari saya bisa terima hampir 100 email yang minta alamat penjual mediabetea. Nah untuk untuk meringankan saya, saya minta bantu teman yg bisa membuat website utk mengatasi masalah ini. Memang banyak email yang masuk yang mengeluh masalah ini, tunggu deh nanti saya minta teman saya merevisi agar dibuat lebih praktis dan mudah, saya sendiri tidak tahu soal ilmu website jadi sangat tergantung pasa orang lain juga.
    Untuk ketidak nyamanan ini saya mohon maaf.

  6. ridwan adam says:

    saya mau nanya tentang istri saya. postur tubuhnya terbilang normal tinggi badan 155 cm dan berat badan antara 45 s/d 47 kg. sekitar setahun yang lalu diperiksa gigi giginya pada longgar dan gusi melorot ke bawah bahkan beberapa gigi tanggal. analisa dokter gigi adalah terjadi kelebihan kadar gula darah. setelah diperiksa ternyata kadar gula darah sampai 305, kemudian melakukuan pengobatan dan alternative turun menjadi 130 an. tubuhnya sekarang semakin kurus, apakah termasuk prediabet atau diabet?,apakah hal tersebut karena gula darah? apakah gula darahnya dapat dinormalkan kembali? dan kira-kira apa yang akan terjadi dalam setahun ini bila tidak melakukan pengobatan? terima kasih

  7. Author says:

    Pro : ridwan adam,
    Istri anda telah termasuk diabetic, sebaiknya anda periksakan istri anda ke dokter spesialis diabetes di rumah sakit terdekat.
    Hal yang paling menakutkan adalah KOMPLIKASI diabetes-nya.
    Silahkan anda baca artikel di blog ini tentang komplikasi diabetes.
    Salam

  8. halimah says:

    saya mau tanya…
    umur saya 18 tahun,, waktu kemarin saya cek kadar gula darah saya dah hasilnya 225, kemudian karena penasaran saya memeriksa urine saya dengan menggunakan reagen benedict dan ternyata hasilnya ++.
    yang ingin saya tanyakan apakah saya mengidap DM tipe 2??
    apa saja sih gejala DM tipe2??
    dan pola makan seperti apa yang harus di jalani untuk menormalkan kadar gula saya???
    terimakasih…

  9. Bayu says:

    Saya perlu alamat penjual mediabetea sekitar kota Semarang. Saya sudah coba urutan cara spt yang anda sarankan di web anda tapi berkali2 error.
    Bisa anda tolong saya dengan mengemail alamat tsb ke email saya.

    Regards

    Bayu Sam

  10. asih says:

    saya punya keturunan ayah pengidap diabetes, kemarin saya cek gula darah saya hasilnya 179, apakah saya berarti prediabetes ya???

  11. Eko Tjahjono says:

    Langsung aja, gimana komentar para pemakai Teh Chin Chau, dan apakah hasilnya sangat nyata…

  12. doni says:

    tanya nih…

    Kemaren sy cek darah di rumah sakit ternyata hasilnya tuk kadar gula setelah puasa 187…saya kaget karena dalam keliarga saya tidak ada yg kena diabet….
    menurut bapak saya sudah termasuk prediabetes??? gimana cara menurun kan nya karena hasil cek berpengaruh pada fit atau tidak nya tuk bekerja di kapal…

    mohon penjelasan nya…

  13. ririn says:

    masalah yg saya hadapi hampir sama dgn istri ridwan adam, gusi melorot sampe gigi goyang, sy disuruh cek ama drg, tapi hasil stelah puasa 90 & 2 JPP 102, ortu sy kena DM, bln dpn sy disuruh cek darah lgi, sy bingung nih, tb sya 158cm bb 57 kg slama ini sy diet krna sempet bb 64 kg, sy jga konsumsi beras merah, tp akhir2 ini sering pengen minum yg manis2 gitu, tlg dong sarannya, sy takut bgt

  14. Pro Ririn,
    Sebaiknya anda check ulang kadar gula anda sekali lagi.
    Apa yang anda ceritakan ttg hasil cek gula darah anda stelah puasa 90 & 2 JPP 102, ini sebenarnya dalam keadaan normal saja.
    Jika anda punya keturunan DM sebaiknya menjaga makanan dan rajin olahraga dan kurangi makan atau minum yg manis2.
    Saya rasa anda dalam kondisi baik2 saja.
    Salam

  15. chalarce says:

    sy umur 44 thn tinggi 153 dan berat 54 kg, baru2 melkukan cek up, hasilx suspect diabet dgn kadar setelah puasa 110, tp blm cek setelah puasa…apa k sudah harus diet nasi putih dan gula..

  16. armin says:

    mengapa pd pasien diabetes hrs diet??????????

Trackbacks/Pingbacks

  • Penyakit Diabetes | Forum Desa Siaga
 

Leave a Reply to this Post

*

Facebook Fans Page
Kategori

Statistik Blog