Cara Singapura Kurangi Penderita Diabetes | Info Diabetes Mellitus

Cara Singapura Kurangi Penderita Diabetes

March 2nd, 2012 | Visited 4920 times, 4 so far today 0 Comments

Penderita diabetes selalu meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Jarang sekali negara yang berhasil mengurangi angka diabetes penduduknya. Tapi Singapura berhasil melakukannya dan mungkin hal itu patut dicontoh Indonesia. Apa rahasianya?

Menurut ahli endrokinolog Prof Slamet Surono, MD, penderita diabetes di Indonesia meningkat 8-10 kali lipat tiap 25 tahunnya. Penderita diabetes di Indonesia hingga tahun 2008 adalah 8,4 juta. Tapi pada tahun 2030, badan kesehatan dunia WHO memperkirakan ada 21,3 juta penderita diabetes di Indonesia. Angka yang lebih besar dari jumlah penderita HIV dan juga jumlah seluruh penduduk Australia.

WHO juga mempredikisi di tahun 2025 Indonesia bakal menjadi negara ke-5 terbesar untuk penderita diabetes setelah India, China, Amerika dan Pakistan. Menurut data Depkes tahun 2008, prevalensi diabetes di Indonesia adalah 5,7 persen, namun hanya 1,5 persen saja yang terdiagnosa.

Sulawesi Utara adalah provinsi dengan jumlah penderita diabetes terbesar di Indonesia, terutama kota Manado. “Orang sana kan sering pesta, jadi pola makannya kurang terkontrol dan cenderung berlebihan,” kata Prof Slamet dalam acara peluncuran program ‘Innovation for Life’ di Hotel Manhattan, Kuningan Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Apa yang membuat jumlah penderita diabetes meningkat terus? Menurut Prof Slamet, faktor gaya hidup (makan berlebih, olahraga kurang, stres), turunan dan akses pengobatan yang tidak terjangkau adalah penyebab naiknya kadar gula darah dan rendahnya hormon insulin yang menyebabkan penyakit diabetes.

“Siapapun bisa kena diabetes, baik itu tua, muda, cantik atau jelek. Untuk itu pola hidup sehat harus benar-benar diperhatikan. Pengobatan juga harus rutin, jangan karena mahal lalu berhenti,” tutur Slamet.

Untuk mengatasi masalah obat yang mahal, melalui program ‘Innovation for Life’, perusahaan farmasi Sanofi Aventis bekerjasama dengan Askes, Jamkesmas, dan para dokter mencoba menyediakan pelayanan kesehatan dan obat murah tapi berkualitas.

Namun apa gunanya mengobati penyakit itu jika jumlahnya terus bertambah? Oleh karena itu pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan. Untuk urusan mencegah, Indonesia mungkin harus mencontoh negara Singapura yang berhasil menurunkan angka penderita diabetes di negaranya.

Cara Singapura Kurangi Penderita Diabetes

“Pemerintah Singapura membuat peraturan yang mendorong gaya hidup sehat bagi masyarakat. Contohnya untuk wajib militer yang badannya gemuk akan diperpanjang kontraknya hingga 3 bulan atau untuk anak sekolah jam pelajarannya ditambah untuk lebih banyak olahraga dan bermain,” tutur Dr Pradana Soewondo, ketua PERKENI (Perkumpulan Endrokinologi Indonesia).

Intinya adalah membuat aturan yang sifatnya sedikit memaksa masyarakat untuk berlaku hidup sehat, karena masyarakat sering lupa dan kurang disiplin soal menjaga kesehatan. Dan karena negara Singapura terbukti berhasil melakukannya, Indonesia pun seharusnya bisa. “Mungkin untuk Indonesia, bisa dengan cara menambah jam kerja untuk karyawannya yang gemuk,” kata Pradana.


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog