Diabetes Anak-Anak | Info Diabetes Mellitus

Diabetes Anak-Anak

October 8th, 2009 | Visited 13740 times, 1 so far today 1 Comment

Diabetes atau kencing manis selalu dikaitkan dengan penyakit orangtua. Rupanya, istilah itu tidak berlaku lagi, sebab saat ini diabetes juga dapat menyerang anak-anak. Jika terjadi pada anak-anak, biasanya dikenal dengan diabetes anak atau juvenil diabetes.

Bedanya dengan diabetes pada orang dewasa, diabetes anak disebabkan karena produk insulin selalu sangat kurang atau bahkan tidak diproduksi oleh organ pankreas, sehingga diperlukan asupan insulin. Oleh karena itu, diabetes ini dikenal dengan DM tipe 1.

Dari sebuah data epidemiologik, puncak usia terjadinya DM pada anak adalah umur lima hingga tujuh tahun dan menjelang remaja. Kebanyakan pasien DM pada anak menunjukkan gambaran klinis atau gejala klasik, yaitu:

  • polidipsia (sering atau cepat haus),
  • polifagia (cepat merasa lapar),
  • poliura (sering berkemih),
  • penurunan berat badan dalam tiga bulan terakhir.

Diabetes merupakan suatu kumpulan gangguan metabolisme energi yang disebabkan oleh kurangnya kerja suatu hormon yang bernama insulin dalam tubuh. Insulin ini diperlukan untuk mengubah bahan makanan karbohidrat menjadi energi sebagai aktivitas tubuh.

DM tipe 1 ini memerlukan pengobatan seumur hidup, kepatuhan, dan keteraturan pengobatan merupakan kunci utama. Pengaturan makan pada anak penderita diabetes bertujuan untuk menjaga kadar gula darah mendekati normal atau normal. Selain itu, pemberian jumlah kalori harus mencukupi untuk metabolisme basal, pertumbuhan, pubertas ataupun aktivitas yang dilakukan.

Kalori yang dibutuhkan dianjurkan sebanyak 40 hingga 50 persen yang berasal dari karbohidrat, 30 persen lemak, dan 20 persen protein. Salah satu kunci keberhasilan diet adalah keteraturan jadwal makan serta pengaturan diet. Namun diet tidak perlu dibedakan dengan diet anak lainnya serta diet keluarganya.

Untuk diet anak DM dapat diberikan sama seperti diet anak lainnya yakni, tiga kali makan utama lengkap dan dua kali snack. Namun, yang dibedakan terletak pada kombinasi lauk-pauknya, dan macam buah-buahan. Contohnya, dalam sepiring makan sebaiknya hindari kombinasi dua lauk sumber karbohidrat. Jadi, apabila makan nasi, maka lauknya bukan mie, bihun, atau kentang, melainkan sayur, tahu, atau tempe.

Selain itu hindari sumber karbohidrat sederhana seperti gula, permen, softdrink, es krim, dan makanan ringan dengan kadar gula tinggi. Sedangkan, buah-buahan boleh mengkonsumsi dengan kadar gula tinggi seperti sawo, melon, durian tapi hanya sepotong kecil atau kurang lebih sekitar 60 gram, dan dengan frekuensi jarang,” terang pemilik hobi membaca buku itu.

Dengan membiasakan anak dalam pola hidup teratur diharapkan kadar gula darahnya dapat terkontrol dan komplikasi hipoglikemia tidak terjadi. Sebab bila sudah terjadi hipoglikemia dapat menimbulkan kelainan pada otak.

Orangtua yang mempunyai anak dengan diabet disarankan berkonsultasi dengan ahli gizi dan banyak mencari info diet DM untuk mengetahui golongan sumber bahan makanan dan cara pengolahannya.

Olahraga sangat disarankan bagi anak penderita DM. Hal itu dikarenakan olahraga bisa membantu meningkatkan jati diri anak. Tak hanya itu, olahraga juga membantu kerja metabolisme tubuh, sehingga dapat mengurangi kebutuhan insulin. Dan yang perlu diperhatikan dalam berolahraga adalah pemantauan terhadap kemungkinan terjadinya hipoglikemia.

Sumber : Jurnal Bogor, Rubrik: Kesehatan

Demikian informasi tentang Diabetes Anak-Anak. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Pesan artikel via email

Pastikan selalu mendapatkan update terbaru dari blog ini, Masukkan email Anda: (Email Anda akan kami rahasiakan).

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda.

One Response to “Diabetes Anak-Anak”

  1. joko says:

    jaman sekarang, penyakit beginian bisa diderita anak-anak ya……..

 

Leave a Reply to this Post

*

Facebook Fans Page
Kategori

Statistik Blog