Kencing Manis – Diabetes dan Kehamilan | Info Diabetes Mellitus

Kencing Manis – Diabetes dan Kehamilan

September 22nd, 2008 | Visited 36008 times, 7 so far today 0 Comments

Diabetes dan KehamilanDiabetes dan Kehamilan | Jika anda merencanakan untuk mempunyai bayi, hal penting untuk dipahami adalah bahwa bayi anda mulai berkembang sejak saat terjadi pembuahan. Dan kadar glucose yang tinggi akan sangat membahayakan organ-organ vital si bayi, seperti jantung, paru-paru, ginjal dan otak. Orang dengan diabates type 1 dan type 2 harus ekstra hati-hati dan merencanakan segala sesuatunya sebelum mempunyai bayi. Capailah dan pertahankan kadar glucose darah yang baik sebelum terjadi pembuahan.

Diabetes Gestational (Diabetes Kehamilan)
Selama masa kehamilan, sekresi hormaon-hormon kadang-kadang mengakibatkan kadar glucose meningkat. Hal ini disebut dengan “diabetes gestational”. Kadar glucose biasanya akan kembali normal setelah melahirkan. Diabetes gestational biasanya terjadi pada minggu ke-24 sampai ke-28 masa kehamilan. DOkter anda akan melakukan uji kadar glucose darah selama periode ini. Jika hasil uji darah itu menunjukkan kadar glucose darah tinggi, maka uji lebih lanjut akan diperlukan.

Kemungkinan terjadinya diabetes gestational akan lebih besar bila anda:

  1. Kelebihan berat badan sebelum hamil.
  2. Usia diatas 35 tahun saat hamil.
  3. Ada riwayat hidup keluarga diabetes, baik type 1 maupun type 2.
  4. Pernah melahirkan bayi dengan berat badan diatas 8 pon (3,6 kg).
  5. Sebelumnya pernah mengalami diabetes gertational.

Untuk memastikan bahwa kehamilan anda itu sehat dan aman, maka anda harus:

  1. Merencanakan pola makan.
  2. Latihan jasmani secara teratur.
  3. Memakai insulin sesuai anjuran dokter.
  4. Memantau kadar glucose darah bebrapa kali dalam sehari.

Risiko buruknya kontrol metabolik
Kontrol metabolik yang buruk khususnya selama masa kehamilan dini akan berisiko tinggi pada janin. Si bayi kemungkinan akan:

  1. Terlalu besar sehingga perlu dilakukan operasi ceasar saat melahirkan.
  2. Mengalami hipoglikemia berat saat kelahiran.
  3. Mengalami “joundis” (warna kulit kekuningan), khususnya jika hati bayi belum cukup berkembang.
  4. Mengalami kesulitan bernafas, terutama jika paru-paru bayi belum cukup berkembang.

Selama masa kehamilan
Selama 9 bulan, banyak perubahan yang akan terjadi pada tubuh anda. Perubahan ini akan mempengaruhi cara tubuh anda mengelola glucose dari makanan.  Frekwensi pengukuran kadar glucose darah harus ditingkatkan untuk memperhatahankan kontrol yang baik. Orang dengan diabetes type 1 memerlukan insulin lebih banyak selama masa kehamilan karena pengaruh hormon-hormon yang diproduksi oleh plasenta. Hal ini terutama selama 3 bulan terakhir masa kehamilan, dan dosis insulin akan sering disesuaikan.

Selama kehamilan, beberapa orang dengan diabetes type 2 akan memerlukan injeksi insulin. Tablet oral tidak boleh digunakan karena akan sangat membahayakan perkembangan bayi. Disamping itu akan sangat mudah untuk mencapai kontrol metabolik yang baik dengan emberian insulin.
Jika anda mengalami diabetes gestational, pengaturan pola makan dan latihan jasmani yang teratur akan mengatur kadar glucose darah anda. Tetapi jika kadar glucose darah anda tetap tinggi, bagaimanapun dokter akan memberikan insulin. Dokter anda akan menetukan jenis dan dosis insulin yang sesuai untuk anda.

Setelah melahirkan
Orang dengan diabetes type 1 mungkin sudaj berpengalaman dalam menghadapi fluktuasi kadar glucose darah selah melahirkan yang berlangsung selama beberapa minggu sebelum kadar glucose darah stabil kembali.

Bagi orang dengan diabetes type 2 hormon yang diproduksi selama kehamilan, tidak akan mempengaruhi lagi penggunaan insulin, sehingga mungkin dokter akan mengurangi atau menghentikan dosis insulin anda. Diperlukan beberapa minggu agar kadar glucose darah anda menjadi stabil.

Lanjutkan pemeriksaan kadar glucose darah anda secara teratur, diabetes gerstational akan hilang segera setelah melahirkan. Namun mungkin dapat kembali pada kehamilan berikutnya. Dan pada beberapa kasus mungkin akan tetap menjadi DM.

Selama masa menyusui
Jumlah cairan dan kalori yang tepat sangat penting bagi ibu yang menyusui.
Orang dengan diabetes type 1 yang sedang menyusui mungkin akan mengalami kadar glucose rendah lebih sering akibat kehilangan kalori karena menyusui. Kadar glucose akan sangat berfluktuasi.
Orang dengan diabetes type 2 yang pada waktu sebelum hamil diberi tablet oral, mungkin akan terus menggunakan insulin selama masa menyusui. Tablet oral harus dihentikan karena dapat masuk kedalam air susu dan akan berpengaruh pada makanan bayi. DOkter anda mungkin juga akan menghentikan insulin stelah masa menyusui berhenti.

Baca artikel postingan saya lainnya tentang Bayi bobot 8,7 Kg dilahirkan seorang ibu penderita diabetes

Sumber : Novocare – Novo Nordisk Diabetes Service

Demikian informasi tentang Kencing Manis – Diabetes dan Kehamilan. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Pesan artikel via email

Pastikan selalu mendapatkan update terbaru dari blog ini, Masukkan email Anda: (Email Anda akan kami rahasiakan).

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda.

Leave a Reply to this Post

*

Facebook Fans Page
Kategori

Statistik Blog