Diabetes di AS Berlipat Dua Pada Tahun 2034 | Info Diabetes Mellitus

Diabetes di AS Berlipat Dua Pada Tahun 2034

December 20th, 2009 | Visited 11561 times, 1 so far today 0 Comments

us-flagSampai tahun 2034, penduduk Amerika Serikat yang terserang diabetes menjadi dua kali lipat, sementara biaya pengobatan diabetes akan naik tiga kali lipat.

Kasus penyakit diabetes akan menguji sistem kesehatan AS yang kian terentang dan menguji kelayakan Medicare, program asuransi kesehatan AS buat orang tua dan cacat, serta program lain asuransi kesehatan pemerintah, kata beberapa peneliti AS, Jumat (27/11/2009).

“Kami meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, jumlah anggota masyarakat yang terserang diabetes (baik yang didiagnosis maupun tidak) akan naik dari rata-rata 24 juta orang jadi 44 juta orang paling lambat pada 2034,” kata Dr Elbert Huang dari University of Chicago, yang studinya disiarkan di jurnal Diabetes Care.

“Kami memperkirakan bahwa biaya perawatan semua orang itu (dan ini adalah biaya medis langsung) akan naik tiga kali lipat pada saat yang sama, dari 113 miliar dolar AS hari ini jadi 336 miliar dolar AS (per tahun),” kata Huang dalam wawancara telepon dengan wartawan Reuters, Julie Steenhuysen.

Huang mengatakan, beban perawatan demikian banyak orang yang menderita diabetes akan membuat terentangnya kelangsungan hidup Medicare.

Huang memproyeksikan bahwa jumlah orang yang dicakup di dalam Medicare akan naik dari 8,2 juta jadi 14,6 jtua orang, dan biaya tahunan Medicare buat diabetes akan melonjak dari 45 miliar dolar AS jadi 171 miliar dolar AS.

Di Amerika Serikat, sebanyak 11 persen orang dewasa mengidap diabetes, kebanyakan dari mereka terserang diabetes tipe 2, jenis yang sangat berkaitan dengan kegemukan.

Kenaikan beban diabetes dapat menambah rumit upaya guna mengendalikan pengeluaran perawatan kesehatan AS dalam beberapa dasawarsa ke depan.

Kongres sedang menangani peraturan guna memperluas cakupan kesehatan bagi jutaan orang yang tak memiliki asuransi, mengendalikan pengeluaran perawatan kesehatan dan melarang asuransi melakukan praktek industri seperti menolak untuk mencakup orang yang sudah memiliki gangguan medis.

“Diabetes adalah masalah kesehatan besar utama di dalam masyarakat saat ini, tapi penting bagi negeri ini dan pengambil kebijakan untuk memiliki gagasan mengenai apa yang akan terjadi dalam dua dasawarsa mendatang,” kata Huang.

“Kami sudah menghadapi krisis keuangan dalam bidang perawatan kesehatan dan kami perlu merencanakan cara kami dapat menangani biaya itu pada masa depan,” kata Huang.

Untuk studi tersebut, para peneliti membuat model ramalan mengenai biaya penanganan diabetes yang melacak berapa banyak orang akan terserang diabetes selama beberapa dasawarsa ke depan dan berapa biaya yang akan diperlukan. Model itu memperhitungkan ukuran generasi yang berbeda yang akan memasuki populasi diabetes.

“Itu penting untuk diperhitungkan karena kami mengetahui usia sendiri adalah peramal utama diabetes, dan kami mengetahui bahwa generasi `booming` bayi akan memasuki usia saat resiko tinggi perkembangan diabetes,” katanya.

Juga diperkirakan bahwa tak ada kemajuan yang akan dicapai dalam masalah angka kegemukan, pencegahan diabetes dan perawatan diabetes. Jika tingkat kegemukan naik, kata Huang, model tersebut sesungguhnya mungkin meremehkan masalah itu.

Ia mengatakan studi tersebut menekankan pentingnya upaya kesehatan masyarakat yang sudah berjalan guna berusaha mengubah jumlah orang yang mengidap diabetes.

“Kami mengetahui dari percobaan baru-baru ini (Program Pencegahan Diabetes)  kami mengetahui kita dapat mencegah diabetes melalui makanan dan olahraga,” kata Huang.

Dalam studi selama 10 tahun tersebut diketahui orang yang kelebihan berat badan dengan tingkat gula darah naik yang kehilangan berat badan dalam jumlah mencolok menurunkan resiko mereka untuk terserang diabetes sebesar sedikitnya sepertiga.

Orang yang berusia di atas 60 tahun bahkan memiliki hasil yang lebih dramatis, berkurangnya resiko mereka terserang diabetes selama masa studi tersebut sebesar separuh.

“Saya merasa pencegahan diabetes adalah langkah pertama,” kata Huang.

Sumber : news.id.finroll.com


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog