Gagal Ginjal Pemicu Kematian Bagi Diabetisi | Info Diabetes Mellitus

Gagal Ginjal Pemicu Kematian Bagi Diabetisi

December 31st, 2009 | Visited 52467 times, 1 so far today 0 Comments

ginjal - kidneyGinjal adalah salah satu organ tubuh yang harus dirawat, perannya sangat penting dalam proses urinaria tubuh. Kerusakan ginjal dapat mengganggu sistem sekresi.

Didalam tubuh, ginjal berfungsi sebagai filter untuk membersihkan darah atau cairan lainnya. Fungsi itu bertujuan agar bahan-bahan kimia yang terkandung dalam darah atau cairan tubuh lainnya tidak terbawa kembali oleh darah dan beredar ke seluruh tubuh.

Sebagian kotoran hasil penyaringan itu nantinya akan dikeluarkan bersama air seni. Namun, sebagian lagi mungkin tertinggal dan mengendap menjadi batu ginjal. Apabila endapan itu tidak dikeluarkan, akan menetap di ginjal atau berpindah ke kandung kemih.

Jika ginjal tidak dirawat dengan baik maka rentan terhadap risiko gagal ginjal. Risiko itu juga dapat terjadi karena kelainan primer seperti infeksi ginjal, sumbatan batu ginjal, kelainan gagal ginjal dan komplikasi.

Pola makan seperti suka makan junkfood, banyak garam, hidup tidak seimbang juga bisa menyebabkan ginjal perlahan akan rusak.

Diabetes mellitus atau kencing manis merupakan salah satu penyebab terjadi komplikasi ginjal yaitu pada tahapan akut akan menyebabkan diabetisi gagal ginjal. Komplikasi gagal ginjal bagi diabetisi merupakan salah satu penyebab kematian terbesar bagi diabetisi.

Gagal ginjal akut yang merupakan gangguan ginjal mendadak yaitu ditandai dengan fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin dan gagal ginjal kronik gangguan kronis atau menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun.

Sementara itu, gagal ginjal kronis terdapat gejala seperti lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas. Penyakit ginjal kronik biasanya tidak menimbulkan gejala awal yang jelas, sehingga seringkali terlambat diketahui dan ditangani dengan tepat.

Gangguan batu ginjal juga akan menyebabkan timbulnya penyakit lain diantaranya pinggang terasa nyeri dan pegal-pegal.

Cuci Darah dan Cangkok Ginjal

Jika penyakit ginjal menjadi kronik dan ginjal menjadi tidak berfungsi ada beberapa hal yang terpaksa harus dilakukan yaitu cuci darah atau pencangkokan ginjal.

Cuci darah adalah tindakan medis yang dilakukan menggunakan mesin cuci darah atau biasa disebut hemodialisa. Mesin cuci darah itu berfungsi menyaring racun-racun dalam tubuh dan mengeluarkannya. Proses tersebut biasanya dilakukan seminggu dua kali dengan biaya yang sangat mahal sekali.

Sementara itu, pencangkokan ginjal pada prinsipnya adalah memindahkan ginjal sehat ke penderita gagal ginjal. Ginjal baru akan diletakkan di rongga ileum kemudian menyambungkan pembuluh darah ginjal baru dengan pasien, baru kemudian dengan (saluran kencing) ureter.

Berhasilnya pencangkokan ginjal baru ditandai dengan keluarnya air seni dari ginjal tersebut. Ginjal yang gagal biasanya tidak perlu diambil tapi bila menyebabkan infeksi maka ginjal tersebut perlu diangkat. Untuk operasi pengangkatan ginjal tersebut diperlukan waktu 2-3 jam. Operasi pencangkokan ginjal sendiri membutuhkan waktu 2-3 jam.

Keunggulan dari pencangkokan ginjal adalah tidak perlu repot dengan cuci darah hingga 2-3 kali dalam 1 minggu sehingga meningkatkan kualitas hidup.

Pencangkokan ginjal merupakan cara pengobatan gagal ginjal terbaik dimana satu ginjal sehat dapat menggantikan 2 ginjal sakit pada pasien gagal ginjal.

Ginjal hasil pencangkokan dapat bertahan selama 40 tahun bila dirawat dengan baik. Satu orang penderita gagal ginjal dapat melakukan pencangkokan ginjal maksimal 4 kali. Batas umur penerima donor ginjal pada pencangkokan bagi adalah 70-80 tahun.

Setelah pencangkokan ginjal, penerima donor harus minum obat yang biasa disebut anti tolak untuk jangka panjang. Obat ini berfungsi agar tubuh dapat menerima organ baru yang dicangkokkan. Dengan persiapan yang baik kemungkinan adanya penolakan ginjal sangat kecil. Jadi tubuh pasien dapat dengan mudah menerima ginjal yang dicangkok.

Agar terhindar dari cuci darah dan pencangkokan ginjal sebaiknya anda menjaga kesehatan ginjal dengan minum air putih yang cukup, hindari alkohol dan minuman yang membuat kinerja ginjal menjadi berat, berolah raga yang teratur dan makan makanan sehat.

Hidup normal dan tidak berlebihan serta cek urin secara rutin. Jangan sering menahan kencing karena itu dapat merusak kinerja ginjal.


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog