Hipoglikemia Diabetes Tipe 2 Berisiko Sebabkan Demensia | Info Diabetes Mellitus

Hipoglikemia Diabetes Tipe 2 Berisiko Sebabkan Demensia

November 18th, 2012 | Visited 2331 times, 1 so far today 0 Comments

Hipoglikemia Diabetes Tipe 2 Berisiko Sebabkan Demensia Hipoglikemia Diabetes Tipe 2 Berisiko Sebabkan Demensia | Penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes atau kencing manis yang melebihi nilai normal biasanya disebut dengan hipoglikemia.

Orang tua yang menderita diabetes atau kencing manis tipe 2 bila kadar gula darahnya turun hingga melebihi nilai normal (hipoglikemia) berisiko tinggi mengalami demensia.

Demensia adalah satu penyakit yang melibatkan sel-sel otak yang mati secara abnormal, informasi ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti US dan dilaporkan dalam JAMA.

Studi melibatkan 1.465 partisipan dengan DM tipe 2 dan berusia rata-rata 65 tahun yang pernah mengalami sekali atau lebih episode hipoglikemia. Kondisi tersebut menimbulkan gejala pusing, disorientasi, pingsan ataupun kejang.

Studi berlangsung antara tahun 1980 dan 2002 dan terus dipantau selama 4 tahun, hasilnya sebanyak 17% dari partisipan yang mengikuti studi dan pernah mengalami penurunan kadar gula darah yang berat didiagnosis menderita demensia, dibandingkan dengan 10,3% dari mereka yang tidak ada riwayat hipoglikemia.

Selanjutnya peneliti juga melaporkan terdapatnya peningkatan kejadian demensia berdasarkan frekuensi kejadian hipoglikemia. Risiko terjadinya demensia 26% lebih besar pada kelompok pasien yang memiliki riwayat hipoglikemia berat sebanyak 1 kali, meningkat menjadi 115% lebih besar pada pasien yang memiliki riwayat hipoglikemia berat sebanyak 2 kali, dan menjadi 160% lebih besar pada pasien yang memiliki riwayat hipoglikemia 3 kali atau lebih.

Hipoglikemia mempengaruhi otak orang tua dan orang yang lebih muda secara berlainan, para ahli mengatakan. Yang menjadi perhatian dalam studi ini adalah adanya hubungan penyebab terjadinya gangguan kognitif ringan atau tidak terdeteksi dengan kejadian hipoglikemia.

Hipoglikemia dapat terjadi akibat kesalahan makan atau saat kadar insulin terlalu tinggi. Insulin dapat meningkat setelah pasien DM disuntik insulin atau setelah penderita mengkonsumsi obat oral antidiabetes, contohnya golongan sulfonilurea, karena obat golongan ini dapat memicu tubuh untuk memproduksi insulin lebih banyak.

Obat golongan glitazones (rosiglitazone atau pioglitazone) dapat membantu pasien DM terutama dari penggunaan insulin menjadi lebih baik.

Sumber : kalbe.co.id


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog