Kaki Diabetisi Undang Perhatian Banyak Ahli | Info Diabetes Mellitus

Kaki Diabetisi Undang Perhatian Banyak Ahli

July 12th, 2009 | Visited 20646 times, 1 so far today 0 Comments

kaki-diabetesKaki diabetes sudah menjadi permasalahan kompleks tersendiri bagi penyandang diabetes. Sebagai bagian dari ilmu diabetologi, penatalaksanaannya ditangani oleh spesialis penyakit dalam, khususnya ahli endokrin dan metabolisme. Namun, beberapa dekade terakhir penanganan kaki diabetes tidak hanya dipegang spesialis penyakit dalam melainkan juga oleh ahli bedah vaskuler, bedah ortopedi, rehabilitasi medik, gizi klinik, kedokteran olahraga, dan perawat. Sebagai bagian dari upaya diagnosis yang akurat, ahli mikrobiologi klinik dan radiolog juga dilibatkan. Tak heran, rumitnya problem kaki diabetes mengundang banyak dokter dan perawat untuk mempelajarinya.

PERKENI Cabang Jakarta dan Departemen Kesehatan RI tak tinggal diam. Permasalahan kaki diabetes menuntut perhatian yang serius. Atas kerja sama keduanya pada tanggal 14-18 April yang lalu diadakanlah sebuah acara pelatihan besar yang ditujukan bagi dokter spesialis penyakit dalam dan perawat. Pelatihan yang bernama “Pelatihan Penatalaksanaan Kaki Diabetik bagi Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Perawat” ini bertujuan meningkatkan pemahaman para klinisi berkompeten dan perawat dalam menangani kaki diabetes secara lengkap dan terpadu.

Acara yang diadakan di Ruang Pratista (Sutomo Tjokronegoro) FKUI itu berlangsung dengan serius namun santai. Para pelatih merupakan para pakar endokrin dan kaki diabetes yang mengabdi di Divisi Metabolik Endokrin IPD FKUI/RSCM. Kuliah umum dibawakan oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, Prof. Dr. dr. Sarwono Waspadji, SpPD-KEMD, dan dr. Pradana Soewondo, SpPD-KEMD. Radiolog yang memberikan materi diagnosis radiologi osteomielitis kaki diabetes adalah dr. Nyimas Diana Yulisa, SpRad dan pakar radiologi intervensi, dr. Jacub Pandelaki, SpRad. Keduanya merupakan staf pengajar di Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM. Pemeriksaan diagnosis mikrobiologi dibawakan oleh dr. Anis Karuniawati, SpMK dari Departemen Mikrobiologi FKUI/RSCM.

Selain kuliah umum, para peserta yang berjumlah puluhan dari berbagai rumah sakit, dengan proporsi dokter dan perawat yang berimbang, mendapat pula workshop. Pada sesi workshop, mereka dilatih secara intensif dalam kelompok-kelompok kecil. Pelatihan berjalan dengan menggunakan berbagai peralatan yang modern. Teknik diajari dengan detail sehingga para peserta tidak saja memahami teori tapi dapat langsung mempraktikkannya.

Kuliah modul manajemen kaki ulkus dan non-ulkus dibawakan pada hari kedua. Pengajarnya adalah dr. EM Yunir, SpPD dan dr. Tri Juli Edi Tarigan, SpPD. Pelatihan anatomi dan biomekanika kaki dibawakan oleh dra. Deswaty Furqonita, MS dari Departemen Anatomi FKUI. Kelainan biomekanika kaki diabetik dibawakan dr. Elida Ilyas dari Departemen Kedokteran Olah Raga FKUI/RSCM. Hari berikutnya, dr. Hilman Ibrahim, SpB(K)BV dari Departemen Bedah Vaskuler FKUI/RSCM membawakan materi peran bedah dalam tata laksana kaki diabetik. dr. Dono Antono, SpPD dari Divisi Kardiovaskuler Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM membawakan topik peran endovaskuler dalam tata laksana PAD pada kaki diabetik.

Akhirnya, peran komunikasi pasien pada pasien-pasien diabetes sangat besar. Hal ini mengundang ahli komunitas, dr. Endang Basuki, MPH dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas berbicara tentang komunikasi pasien. Hal ini bukanlah masalah yang ringan. Mengkomunikasikan masalah dan tata laksana jangka panjang pada pasien kaki diabetik membutuhkan ilmu tersendiri. Tampaknya dr. Endang dengan
gaya pengajarannya telah mampu membuka pemikiran peserta untuk selalu mengkomunikasikan masalah dan
penatalaksanaan dengan sebaik-baik dan selengkapnya pada pasien. Tidak hanya dokter saja yang harus berkomunikasi melainkan juga perawat. Lalu, kuliah modul terakhir dibawakan oleh dr. Drupadi Dillon HS, SpGK dari Departemen Ilmu Gizi FKUI/RSCM. Pengajar senior ini membawakan materi peran nutrisi pada penyembuhan luka. Pasien tak saja perlu ditangani luka kaki dan kadar glukosanya, melainkan juga melalui pendekatan nutrisi, penyembuhan yang dicapai akan optimal.

Pelatihan selama empat hari sukses. Semoga melalui pelatihan ini dan kompetensi para dokter dan perawat terhadap kaki diabetes meningkat. Pasien pun mendapatkan pelayanan yang optimal dan penuh empati. Sekali lagi PERKENI telah berhasil melaksanakan programnya dalam mengedukasi klinisi dan perawat. Sebagai tambahan dalam acara ini, PERKENI juga meluncurkan buku pedoman penanganan kaki diabetes yang lengkap. Buku pedoman ini dapat dijadikan pedoman klinisi Indonesia saat menghadapi kasus kaki diabetes. Para peserta juga mendapat buku modul dan kalender serta poster mengenai penanganan kaki diabetes. Mari terus sukseskan penanganan kaki diabetes secara terpadu di Indonesia! awareness.

kaki-diabetes

Sumber : www.perkeni.net (08 June 2009)


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Comments are closed.


    Statistik Blog