Keju Bisa Kurangi Risiko Diabetes | Info Diabetes Mellitus

Keju Bisa Kurangi Risiko Diabetes

August 17th, 2012 | Visited 3454 times, 1 so far today 0 Comments

kejuKeju Bisa Kurangi Risiko Diabetes | Jika Anda mencoba untuk merampingkan badan, Anda mungkin harus mencoret keju dari daftar menu. Tetapi para ilmuwan menemukan manfaat lain dalam keju yang sangat penting bagi kesehatan.

Seperti dilansir dailymail.co.uk baru-baru ini, para ilmuwan menemukan bahwa keju dapat membantu mencegah diabetes – penyakit sering dipicu oleh kelebihan berat badan.

Mereka mengklaim bahwa makan hanya dua iris keju sehari bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 12 persen. Para peneliti membuat hipotesis bahwa fermentasi keju bisa memicu reaksi yang melindungi tubuh dari diabetes. Temuan tersebut berlawanan dengan banyak petunjuk kesehatan saat ini yang menyarankan untuk mengurangi konsumsi produk susu dan makanan tinggi lemak untuk membantu mencegah penyakit tersebut.

Sekitar 2,5 juta warga Inggris mengidap diabetes. Dari jumlah tersebut, 90 persen menderita tipe 2 yang sering disebabkan oleh kelebihan berat badan. Namun para ahli mengkhawatir jutaan lainnya mengidap kondisi yang sama, yang dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, masalah kebutaan dan saraf, namun tanpa sempat terdiagnosis.

Para peneliti Inggris dan Belanda meneliti pola makan 16.800 orang dewasa yang sehat dan 12.400 pasien dengan diabetes tipe 2 dari delapan negara Eropa, termasuk Inggris. Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition itu menemukan bahwa mereka yang makan setidaknya 55 gram keju sehari – sekitar dua iris – 12 persen lebih kecil kemungkiunan terserang diabetes tipe 2. Risiko juga berkurang dengan jumlah yang sama bagi mereka yang mengonsumsi 55 gram yoghurt sehari.

Selama bertahun-tahun, berbagai petunjuk menyarankan untuk tidak mengonsumsi produk susu, kue atau daging merah terlalu banyak karena mereka mengandung lemak jenuh yang tinggi. Hal ini diyakini akan meningkatkan kolesterol dan meningkatkan risiko diabetes.

Tapi para peneliti – termasuk akademisi dari Medical Research Council, Cambridge – mengatakan bahwa tidak semua lemak jenuh berbahaya, bahkan beberapa di antaranya mungkin bermanfaat.
Salah satu teorinya adalah apa yang disebut bakteri ‘probiotik’ dalam keju dan yoghurt yang menurunkan kolesterol dan menghasilkan vitamin tertentu untuk mencegah diabetes


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog