Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika | Info Diabetes Mellitus

Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika

May 10th, 2009 | Visited 32767 times, 2 so far today 14 Comments

madu-lebahCommission on Scientific Signs of Qur’an & Sunnah
Adalah lembaga pengkajian aspek Sains & teknologi dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Didirikan pada tahun 1987 di bawah suvervisi Rabithah Alam Islami di Makkah Al-Mukarromah. Penggagasnya adalah seorang ulama asal Yaman, Syekh Abdul Majid Zendani. Beliau adalah seorang ahli farmasi yang sangat menguasasi sains moderen, tafsir dan hadits. Sekarang dipimpin oleh Syekh Dr. Abdullah Al-Mushlih, seorang ulama Saudi Arabia.

Majalah Al-I’jaz Al-Ilmi No 30, Jumadil Akhir 1429

Seorang dokter wanita Amerika sampai kepada suatu kebenaran/kepastian yang disebutkan Al-Qur’an Al-Karim dan dijelaskan Rasul Saw lebih dari 14 abad silam. Kebenaran tersebut ialah bahwa di dalam madu lebah terdapat kandungan obat untuk manusia.

Pengobatan terhadap penyakit diabetes merupakan bagian manfaat medis yang luar biasa yang terkandung dalam madu lebah yang sudah menjadi rekomendasi dalam dunia kedokteran Islam. Yang baru dari penemuan tersebut ialah bahwa kalangan ilmuan Amerika merekomendasikan keharusan merujuk (mejadikan referensi) kepada warisan Islam terkait dengan pengobatan melalui madu lebah.

Pada tahun 2002, Catherina Hulbert, seorang warga Negara Amerika mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kakinya luka parah. Saat kecelakaan itu dia sudah menderita penyakit diabetes. Sebab itu, luka yang dideritanya tidak kunjung sembuh kendati sudah mengkonsusmsi berbagai obat dan anti biotic. Kondisi seperti itu dia alami selama delapan bulan.

Setelah melihat kondisi lukanya yang tak kunjung membaik, maka Dr Jennifer Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan di tempat luka. Setelah beberapa bulan melakukan pengabotan dengan madu lebah tersebut luka kaki Catherina Hulbert-pun sembuh total. Kasus tersebut menyebabkan Dr Jennifer Eddy memperoleh dukungan dari Akedemi Amerika Untuk Dokter Keluarga di wilayah Wisconsin untuk meneruskan kajiannya khusus pengobatan melalui madu lebah.

Dr Jennifer juga menjelaskan, sebelumnya dia juga pernah mengobati salah seorang pasien diabetes yang sedang menghadapi fonis amputasi setelah berbagai pengobatan yang dijalankan sang pasien mengalami kegagalan. Dr Jennifer juga menambahkan bahwa terbuktilah sudah di kalangan para ahli medis bahwa mengobati luka akibat diabetes dengan madu lebah memiliki manfaat yang banyak, khususnya bagi para pengidap penyakit diabetes di dunia saat ini jumlah mereka mencapai sekitar 200 juta orang. 15 % dari mereka mengalami sampai ke tingkat “tukak” (membusuk) sebagai akibat dari hilangnya rasa di kaki mereka.

Sedangkan persentase operasi amputasi bagi para penderita diabetes secara internasional diperkitakan terjadi setiap setengah menit satu kali. Adapun biaya operasi amputasi di Amerika saja mencapai USD 11 juta pertahun. Jennifer menambahkan, kasus Catherina Hulbert merupakan contoh nyata bagi para penderita diabetes yang mungkin diselamatkan dari kehilangan anggota tubuh mereka dengan biaya yang sangat ringan.

Seperti yang diketahui bahwa penderita diabetes mengalami penurunan kelancaran darah dalam pembulu darah mereka dan lemahnya tingkat imunitas terhadap berbagai penyakit. Ditambah lagi antibiotic yang diberikan untuk mengobati luka diabetes tidak bermanfaat disebabkan bakteri Staphylococcus Aurous akan membentuk perlawanannya sendiri. Sedangkan madu lebah menciptakan perlawanan terhadap bacteria dengan berbagai cara. Sebab itu dianggap sebagai pengabatan paling efektif bagi penyembuhan luka akibat diabetes.

Dalam madu lebah juga terdapat zat asam yang mudah berinteraksi dan tingkat kelembaban yang rendah sehingga menyebabkan madu lebah tersebut mudah membunuh bacteria. Di tambah lagi adanya enzim yang mengeluarkan acid hydrogen yang berfungsi membersihkan luka sehingga mudah membunh semua bacteria yang ada.

Akhirnya kita tutup dengan ungkapan : Sesungguhnhya pengobatan dengan madu lebah telah menjadi masalah yang sangat menarik perhatian para ilmuan di bidang kesehatan secara mendunia, khususnya pusat-pusat yang memerangi berbagai penyakit dan organisasi-organisasi kesehatan intrnasional di tengah meningkatnya macam-macan bacteria yang mampu melawan obat-obat antibiotic lainnya.

Dr Jennifer juga menekankan keharusan mendahulukan pengobatan dengan madu karena pembusukan (tukak) akibat diabetes bukan perkara mudah. Sungguh benarlah firman Allah dalam Al-Qur’an suat Annah : 68 – 69 :

Dan Tuhan Penciptamu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”.(68) Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS Annahl : 68 – 69)

Selamat mencoba……

Sumber: www.eramuslim.com


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

14 Responses to “Madu Lebah Obat Luka Akibat Diabetes di Amerika”

  1. Roel says:

    tolong roel dong,
    roel mau tau dimana negara mana saja diabetse melitus berkembang???????? 😀 😀 😀 😀 😀 😀 😀

  2. Author says:

    Pro: Roel,
    Silahkan anda baca posting artikel saya di :

    Diabetes Indonesia ranking ke 3 di dunia
    http://indodiabetes.com/diabetes-indonesia-ranking-ke-3-di-dunia.html

    Kencing manis – diabetes di Indonesia ranking ke 4 di dunia
    http://indodiabetes.com/diabetes-di-indonesia-ranking-ke-4-di-dunia.html

    India, ibukota diabetes dunia
    http://indodiabetes.com/india-ibukota-diabetes-dunia.html

    Salam 😆

  3. fransis says:

    Menanggapi masalah madu lebah,say ingin bertanya dimana saya bisa membeli madu lebah yang asli di jakarta
    Mohon bantuannya,karena papa saya penderita diabetes yang sudah kehilangan 3 jari kakinya(lepas sendiri)
    Lukanya sudah 4 bulan tapi belum sembuh,malah bertambah parah,padahal setiap hari ke klinik di daerah ketapang jakarta pusat(khusus diabetes) untuk cuci luka & suntik antibiotik,tp belum sembuh juga,malah makin parah
    Mohon bantuan info & doanya
    Thanks

  4. wiwie says:

    madu lebah itu sama ngak seperti yg di produksi oleh High Desert / HD?

  5. wiwie says:

    mohon infonya… olah raga apa yg paling bagus atau cocok utk penderita diabetes? thx…. ❓

  6. Author says:

    pro : wiwie,
    Saya tidak pernah tahu tentang madu high desert yang anda sebutkan diatas. saran saya sebaiknya menggunakan madu asli.

    olah terbaik untu diabetisi adalah berjalan kaki selama 45 menit setiap hari.

    salam

  7. titik says:

    to Fransis
    Bagaimana kondisi Bapak sekarang? apa sudah sembuh lukanya? karena sekarang bapak saya mengalami hal yang sama

  8. fransis says:

    To : Titik
    Papa saya sudah meninggal 9 September 2009,sebelumnya sempat diamputasi kakinya di RS Siloam Kebun Jeruk. Saya sudah menggunakan berbagai macam cara termasuk dengan madu pramuka,tp tidak bisa.

    Saya adalah dokter gigi dan dosen saya pembuat obat ties yang berisi metronidazole menyebutkan sesama dosen sering membeli ties ini dan digunakan untuk mengobati luka diabetes dan berhasil. Sewaktu papa saya sedang dirawat di RS Siloam ada seorang perawat mengatakan/menanyakan maukah bapak diberi metronidazole pada lukanya. Perawat tersebut mengatakan pernah ada pasien yang tidak jadi diamputasi kakinya karena lukanya sudah kering dengan metronidazole ini.Tapi prosesnya agak lama.
    Metronidazole adalah antibiotik untuk kuman anaerob yang biasanya kita(para dokter gigi) menggunakan untuk kuman2 pada gigi yang biasanya adalah kuman anaerob(kuman yang bisa hidup di tempat yang tidak ada oksigen). Kuman pada diabetes ternyata adalah sama yaitu kuman anaerob.

    Dari 2 kasus tersebut(dosen saya dan perawat),maka saya sebagai orang yang bernasib sama dengan Saudara Titik menyarankan untuk mbak titik memberikan metronidazole pada luka diabetesnya.

    Saudara jauh saya juga pernah dan sembuh di RS Husada Jakarta Pusat. Saya mengetahuinya ketika saudara saya itu mengunjungi di rumah duka meninggalnya ayah saya. Menurut saudara saya itu di RS Husada dilakukan penyedotan nanah pada luka diabetesnya

    Saya sangat berharap ayah saudara Titik bisa sembuh, jangan sampai seperti papa saya yang sudah terlambat. Luka diabetes ini harus segera dilakukan tindakan sesegera mungkin, jangan sampai terlambat

    Semoga info saya ini bisa bermanfaat untuk saudara Titik.

  9. Pro: Fransis,
    Informasi berharga diatas sudah saya teruskan kepada saudara Titik via email.
    Mohon maaf, komentar anda terpaksa saya sunting sedikit demi untuk melindungi alamat email anda diserang spam mail. Jadi untuk alamat email yang anda tercantum dalam komentar sengaja saya delete. Sedangkan isi informasi anda sudah saya publish seutuhnya untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Terima kasih atas informasi berharga yang anda berikan.
    Salam

  10. Jan says:

    @ Fransis

    dimana saya bisa dapatkan obat ties yang berisi metronidazole tsb???

    trma kasih

  11. Pro: Jan,
    Saya sedang berusaha mendapatkan informasi dimana bisa membeli teronidale tsb dari bapak Fransis. Jika sudah ada jawaban ari Bp. Fransis akan saya email ke Anda.
    Salam

  12. fransis says:

    Sorry saya wanita, jadi mungkin ibu fransis :p

    To : Titik, Jan dan para penderita diabetes

    Metronidazole adalah antibiotik yang bisa dibeli di apotik, berupa tablet yang biasanya diminum, tp untuk kasus luka ini tablet ini bisa ditumbuk shg menjadi bubuk/puyer yang dapat diaplikasikan pada luka diabetes. Tetapi sebelum diaplikasikan mungkin bisa dicuci lukanya dulu seperti biasa di rumah sakit(cuci luka dengan h2o2 dan lain2). Semua alat pencucian harus dilakukan dengan alat yang sudah disterilkan(harus benar2 steriil)

    Kandungan utama pada ties adalah metronidazole. Ties ini bisa dibeli di Fakultas Kedokteran gigi kampus B universitas trisakti lt 4 (toko yang menjual alat2 kedokteran gigi).Atau bisa juga langsung dengan dosen saya(si pembuat ties), tapi saya bisa menyebutkan beliau.Ties ini ada 2 macam (kuning dan hitam). Nanti saya akan tanyakan dengan beliau ties mana(yang hitam atau kuning) yang dulu sering dibeli oleh teman rekan sesama dosen itu.

    Menurut saya, bila sudah mencoba berbagai macam cara, tapi tidak berhasil, lebih baik diamputasi saja. Berdasarkan pengalaman saya, saya mencoba obat2an yang dioles2 tapi tidak berhasil, malah kondisi papa saya menurun drastis. Jadi papa saya ini meninggal bukan karena diabetes lagi, melainkan karena kondisinya yang sudah lemah. Beliau meninggal 1 minggu setelah amputasi kaki. Jadi saya sarankan untuk mencoba obat2an jangan terlalu lama karena infeksinya bisa menyebar ke jantung, paru-paru dan juga ginjal.
    Saya juga menyesal karena terlalu lama mencoba coba terlalu lama terutama pencucian luka di ketapang yang menurut saya kurang steril dan si dokter tidak terlalu memperhatikan susternya dalam mencuci luka pasien karena pasiennya yang terlalu banyak.

    Papa saya pertama kali tahu kalau ada luka di kaki sekitar bulan maret awal, kemudian dilakukan pencucian luka saja, makin hari makin bertambah parah, kemudian sudah disarankan oleh dokter di sebuah rumah sakit untuk di amputasi, waktu itu hanya ibu jarinya saja, tapi papa saya tidak mau dan mencari alternative lain. Akhirnya bertemu dengan klinik di ketapang yang seluruh kondisi kaki pasiennya hampir sama dengan papa saya. Papa saya sudah berpikir ada titik terang di klinik ketapang itu. Tp tetap tidak bisa juga sampai 3 jari kakinya lepas sendiri(putus sendiri). Sempat mencoba arak, madu pramuka, tp tidak berhasil. Akhirnya akhir bulan agustus kita memutuskan untuk membawa papa saya itu ke RS Siloam Kebun Jeruk Jakarta Barat untuk diamputasi kakinya sampai diatas dengkul. Yang dulunya hanya disarankan untuk amputasi ibu jarinya saja, sekarang harus sampai dengkul karena kita terlalu lama mencoba obat2an lain.Jadi saya sarankan jangan terlalu lama untuk mencoba2.

    Semoga ini bisa bermanfaat bagi semua khususnya penderita diabetes dan saya yakin papa saya yang berada di surga pun sangat bahagia bila pengalamannya itu bisa membantu teman2 sesama penderita diabetes khususnya mengenai luka diabetes.

    Thanks

  13. tobhik says:

    Tanpa sengaja nyasar ke site ini. Mau share sedikit pengalaman saya menggunakan madu lebah untuk penyembuhan luka diabetes. Mama saya menderita diabetes dan juga kena stroke sehingga harus berbaring di tempat tidur cukup lama, ketika kondisi tubuh makin lemah karena makin tua dan harus masuk rumah sakit untuk dirawat.

    Ketika dirawat di rumah sakit mulai timbul luka di punggung yang dari hanya ruam merah, makin lama makin hitam dan membusuk bernanah. Standar perawatan luka di rumah sakit adalah dengan pencucian luka dengan cairan disinfectant dan yang saya lihat adalah lukanya bukannya semakin membaik/mengecil malah semakin lebar hingga berdiameter sampai 17 cm dan cukup dalam hingga tulang punggung sampai terlihat.

    Ketika rumah sakit sudah angkat tangan dan menyarankan dirawat dirumah saja (juga pertimbangan financial yang sudah terkuras habis) akhirnya mama saya terpaksa dibawa pulang ke rumah dan dilanjutkan perawatan dirumah dengan mendatangkan seorang perawat khusus untuk merawat lukanya.

    Saya search di internet mengenai management perawatan luka dan betapa terkejutnya saya ketika mengetahui bahwa seharusnya luka pasien tidak boleh dibersihkan dengan cairan desinfectant apalagi dengan H2O2 9hydrogen perokside), karena yang terjadi adalah bakteri di permukaan luka memang akan mati, tetapi begitu juga dengan sel-sel jaringan baru yang baru mulai tumbuh. Cepat-cepat say telpon ke rumah dan kasih tahu perawatnya untuk tidak membersihkan luka dengan cairan desinfectan. dan sebagai gantinya adalah dipakai cairan saline (cairan infus) atau saya buat sendiri dengan mencampur air matang yang telah dididihkan dengan garam tanpa yodium.

    Selain itu dari hasil search di google saya dapatkan satu metode bahwa luka tidak boleh kering, harus dalam keadaan lembab agar pertumbuhan sel-sel baru lebih optimal. Dan saya dapatkan beberapa artikel tentang penggunaan madu sebagai dressing/penutup luka.

    Saya segera beli madu pramuka di cibubur(saya pakai madu kapuk), saya juga lakukan debridement yaitu pengangkatan jaringan luka yang sudah menghitam dengan gunting bedah.

    setelah luka dibersihkan dengan cairan salin, saya gunakan semprotan/sprayer untuk bunga untuk membersihkan lukanya. Kemudian kain kasa say lipat dan celupkan di cairan madu dan ditutupkan di lukanya. Kemudian ditutup lagi dengan kain kasa kering dan diplester. Sehari 2 kali luka dibersihkan dan diganti dengan kasa yg baru dan madu yang baru. Hanya dalam waktu 2 minggu sudah terlihat pertumbuhan jaringan baru yang significant. Tulang punggung yang kelihatan sudah mulai tertutup oleh sel-sel jaringan baru. Dan dalam satu bulan daerah pinggiran luka selebar 3 cm keliling sudah mulai tumbuh kulit yang baru. Jadi pertumbuhan jaringan adalah dari pinggiran luar luka dan dari dasar luka tumbuh jaringan baru ke atas. Sangat menakjubkan melihat perkembangan jaringan baru. Juga bau busuk khas luka diabetes tidak tercium lagi sejak saya gunakan madu untuk perawatan lukanya.

    sayang sekali, karena kondisi tubuh yang sudah sangat lemah maka belum sampai tuntas penyembuhan luka diabetesnya mama saya sudah berpulang ke sang pencipta.

    o ya, vitamin C dosis tinggi juga wajib diberikan untuk pertumbuhan colagen dan sel-sel jaringan baru.

  14. Damar says:

    Kalau madu di konsumsi secara teratur apakah akan menurunkan resiko terkena diabetes?. Mohon bantuan informasi dan terima kasih atas penjelasannya. Salam..

 

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog