Mengenal Kondisi Fisik Penderita Diabetes Mellitus | Info Diabetes Mellitus

Mengenal Kondisi Fisik Penderita Diabetes Mellitus

December 5th, 2012 | Visited 4235 times, 3 so far today 0 Comments

dampak penyakit diabetes atau kencing manisMengenal Kondisi Fisik Penderita Diabetes Mellitus | Penyakit diabetes atau kencing manis mempunyai sifat merusak organ tubuh penderitanya. Organ-organ tubuh yang diserang pada umumnya adalah organ tubuh yang banyak terdapat urat saraf. Bila organ tubuh yang diserang seperti jantung atau ginjal akan berakibat kematian pasien diabetes atau kencing manis.

Untuk itu pasien diabetes atau kencing manis perlu mengetahui atau mengenal keadaan kondisi fisik dirinya sendiri. Berikut beberapa kondisi fisik yang perlu diperhatikan:

Keadaan kepala penderita diabetes atau kencing manis

a. Rambut
Penderita diabetes atau kencing manis yang sudah menahun dan tidak terawat secara baik, biasanya  rambutnya lebih tipis. Bila akar rambut terserang, rambut mudah rontok.

b.Telinga
Karena urat saraf bagian pendengaran diabetes atau kencing manis mudah rusak, telinga sering mendenging dan bila tidak diobati dapat terjadi ketulian.

c. Mata

Bila kadar glukosa di dalam darah mendadak tinggi, lensa mata menjadi cembung.
Penyakit diabetes atau kencing manis dapat menyebabkan lensa mata menjadi keruh (tampak putih), penderita mengeluh penglihatan menjadi kabur (katarak).
Komplikasi menahun pada mata yang lain adalah meningkatnya tekanan bola mata yang disebut glaukoma.
Gangguan pada retina mata akibat DM disebut retinopati diabetik dimana terjadi penyempitan pembuluh darah kapiler disertai eksudasi dan perdarahan pada retina.

Keadaan rongga mulut penderita diabetes atau kencing manis

a. Lidah
Lidah penderita diabetes atau kencing manis sering membesar dan terasa tebal sehingga  terjadi gangguan pengecapan pada lidahnya

b. Ludah
Ludah penderita DM seringkali menjadi lebih kental, sehingga mulutnya terasa kering,  disebut xerostomia diabetic

c. Gigi dan gusi
Karena jaringan yang mengikat gigi pada rahang yang disebut periodontium  mudah rusak, gigi penderita diabetes atau kencing manis mudah goyah dan mudah lepas, gusi membengkak sehingga gigi tampak keluar ( modot).

Keadaan paru dan jantung penderita DM

a. Paru-paru
Penderita DM mudah terjadi TBC paru.

b. Jantung
Penderita diabetes atau kencing manis mudah terkena penyakit  jantung koroner, penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah koroner, mudah terjadi infark miokard dimana otot jantung menjadi lemah karena kekurangan suplai oksigen.

Keadaan organ hati penderita diabetes atau kencing manis

Penderita diabetes atau kencing manis akan mengalami penyakit lever akibat diabetesnya kelainan ini  disebut “Penyakit Hati Diabetik”. Penderita diabetes atau kencing manis lebih mudah mengidap radang hati karena virus Hepatitis B dan hepatitis C dibanding orang yang tidak menderita penyakit DM.

Keadaan alat pencernaan penderita diabetes atau kencing manis

a. Lambung
Pada penderita DM, akhirnya urat saraf pemelihara lambung akan rusak, lambung menggelembung sehingga proses pengosongan lambung terganggu.

b. Usus
Pada Penderita DM mengeluh sukar BAB yang disebut obstipasi diabetic.

Keadaan ginjal dan kandung kemih

a. Ginjal
Pada penderita diabetes atau kencing manis mempunyai kecenderungan tujuh belas kali lebih mudah mengalami gangguan fungsi ginjal yang disebabkan oleh faktor infeksi berulang yang timbul pada DM dan adanya penyempitan pembuluh darah kapiler yang disebut mikroangiopati diabetic.

b. Kandung kemih
Pada penderita diabetes atau kencing manis sering mengalami infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang, selain itu urat saraf yang memelihara kandung kemih sering rusak sehingga dinding kandung kemih menjadi lemah. Sifat kontrol urat saraf terganggu menyebabkan penderita sering ngompol atau air  kencingnya keluar sendiri tanpa disadari yang disebut inkontinesia urine.

Kemampuan seksual penderita diabetes melitus
Jika kerusakan sarafnya sudah berat dan permanen biasanya penderita diabetes atau kencing manis akan menderita impoten yang menetap. Impoten pada penderita diabetes atau kencing manis dapat dibedakan 2 jenis, impotensi neurogenik dan impotensi psikogenik.

Keadaan urat saraf penderita diabetes atau kencing manis
Karena glukosa di dalam darah penderita  diabetes atau kencing manis demikian tinggi, akan merusak urat saraf penderita  jika prosesnya berlangsung lama. Kelainan urat saraf akibat penyakit DM disebut neuropati diabetic.

Gejala yang sering muncul:

  • Kesemutan
  • Rasa panas atau rasa tertusuk – tusuk jarum
  • Rasa tebal terjadi di telapak kaki
  • Kram
  • Badan sakit terutama malam hari
  • Bila ada kerusakan urat saraf disebut polineuropati diabetic.

Keadaan pembuluh darah pada penderita diabetes atau kencing manis
Jika sumbatan terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai  (makroangiopati diabetik), tungkai akan lebih mudah mengalami gangren diabetic, yaitu luka pada kaki yang merah kehitam – hitaman dan busuk. Bila sumbatan terjadi pada pembuluh darah yang lebih besar penderita DM akan merasa tungkainya sakit sesudah ia berjalan pada jarak tertentu  karena aliran darah ke tungkai tersebut berkurang dan disebut claudicatio intermitten.


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog