Operasi Penurunan Berat Badan Bisa Mengobati Kencing Manis | Info Diabetes Mellitus

Operasi Penurunan Berat Badan Bisa Mengobati Kencing Manis

December 14th, 2008 | Visited 13431 times, 3 so far today 0 Comments

obesitas dan diabetesObesitas dan Kencing Manis | Journal of American Medical Association baru-baru ini menyiarkan sebuah study baru bahwa operasi penurunan berat badan dapat mengobati kencing manis atau diabetes.

Dalam studi tersebut, beberapa peneliti Australia mendapati bahwa pasien yang menjalani operasi untuk mengurangi ukuran perut mereka lima kali lebih mungkin untuk menghadapi kenyataan bahwa kencing manis atau gula darah mereka mengalami penurunan dalam dua tahun ke depan, dibandingkan dengan pasien yang menjalani perawatan kesehatan standar.

Dr. John Dixon dari Monash University Medical School di Melbourne, Australia mengatakan; “Itu adalah terapi terbaik bagi penderita diabetes yang kita miliki hari ini, dan resikonya sangat rendah”.

Dixon dan rekannya mempelajari 60 orang bertubuh gemuk dengan usia mereka rata-rata adalah 47 tahun, dan dengan indeks massa tubuh lebih dari 30 tapi kurang dari 40. Indeks massa tubuh, atau BMI, adalah rasio tinggi berbanding berat badan. BMI 30 atau lebih besar dipandang kegemukan. Semua pasien tersebut kegemukan dan telah didiagnosis menderita kencing manis atau diabetes type 2 selama dua tahun terakhir.

Separuh pasien menjalani operasi lingkar perut, dan kelompok lain menjalani perawatan normal penurunan berat badan; sepanjang studi itu, tim tersebut ingin melihat apakah penurunan berat tubuh melalui operasi dapat menjadi perawatan yang efektif bagi diabetes type 2. Sebanyak 75% pasien yang menjalani operasi lingkar perut mendapati kencing manis atau diabetes mereka membaik dalam waktu dua tahun setelah operasi.

Bagi mereka yang menjalani perawatan normal penurunan berat badan, hanya 13% dapat menghilangkan penyakit tersebut. Selain itu, mereka yang menjalani operasi perut kehilangan 20,7% berat tubuh mereka setelah dua tahun dibandingkan dengan kurang dari 1,7% mereka yang menjalani terapi normal penurunan berat badan.

“Suatu temuan penting dalam studi ini ialah tingkat turunnya berat badan, bukan metodenya, tampaknya menjadi penggerak utama peningkatan glycaemic dan membaiknya penyakit kencing manis atau diabetes pada pasien bertubuh sangat gemuk,” kata Dixon.

“Ini mempunyai dampak penting, karena itu menunjukkan bahwa terapi intensif penurunan berat badan mungkin menjadi langkah pertama yang lebih efektif dalam mengatasi diabetes dibandingkan dengan perubahan gaya hidup yang sederhana,” katanya.

Namun Dixon menyatakan, “Sikap hati-hati diperlukan dalam menafsirkan manfaat jangka panjang dari operasi dan turunnya berat badan.”


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog