Penanganan Diabetes Gestational pada Ibu Hamil | Info Diabetes Mellitus

Penanganan Diabetes Gestational pada Ibu Hamil

October 17th, 2009 | Visited 24256 times, 1 so far today 0 Comments

pregnant-kehamilanI. PENDAHULUAN

Diabetes Gestational merupakan komplikasi medis yang paling umum terjadi selama kehamilan. Pengendalian kadar glukosa darah adalah hal penting selama kehamilan. Pada pasien yang telah menderita DM sebelumnya jika kemudian hamil maka akan cukup rawan untuk terjadi komplikasi pada janin yang dikandung, dan juga kesehatan si ibu dapat memburuk apabila terjadi komplikasi-komplikasi diabetik. Akhir dari kehamilan penderita DM dapat dibuat lebih aman apabila ditangani dengan penatalaksanaan yang tepat, perawatan yang optimum meliputi inisiasi terapi intensif sebelum konsepsi. Pasien-pasien ini memerlukan diagnosis dan penatalaksanaan prenatal yang khusus.

II. SASARAN TERAPI

Sasaran terapi diabetes secara umum adalah mengontrol kadar glukosa darah agar tetap stabil. Sedangkan sasaran utama terapi diabetes pada ibu hamil adalah mengontrol kadar glukosa darah preprandial kurang dari 100mg/dL, dalam hal ini digunakan kriteria diagnostik yang spesifik.

III. TUJUAN TERAPI

Tujuan terapi diabetes pada ibu hamil adalah untuk mencegah kelainan janin yang disebabkan oleh hiperglikemik yang terjadi pada 4-8 minggu pertama kehamilan dan untuk mengurangi angka kesakitan serta angka kematian ibu dan janin yang terkait dengan diabetes.

IV. STRATEGI TERAPI

Strategi terapi diabetes mellitus pada ibu hamil meliputi manajemen diet, menjaga berat badan ibu tetap ideal, terapi insulin untuk menormalkan kontrol glikemik dan olah raga.

a. Manajemen Diet
Kebutuhan kalori dalam kehamilan kira-kira 5 kkal/kg lebih besar daripada orang dewasa yang tidak hamil. Pembatasan pemasukan karbohidrat yang dimurnikan merupakan tindakan yang baik. Protein dalam jumlah yang cukup hendaknya termasuk dalam diet (yaitu 1,5 gram/kg berat badan). Diet yang konsisten biasanya diberikan, termasuk makan 3 kali sehari dan makan ringan sebelum tidur.

Tujuan manajemen diet pada ibu hamil dengan diabetes secara langsung dapat menjaga perkembangan dan pertumbuhan janin, menjaga berat badan si ibu tetap ideal, dan menormalkan konsentrasi glukosa darah si ibu. Pasien sering memperoleh manfaat dari pemeliharaan diet individu dengan nutrisi. Oleh karena itu, pengurangan pada hiperglikemia postprandial merupakan tujuan yang penting.

b. Terapi Insulin
Insulin adalah pilihan hipoglikemik selama kehamilan karena mempunyai catatan keamanan yang tidak dapat dipungkiri lagi baik bagi ibu maupun janinnya. Obat hipoglikemik oral tidak dianjurkan karena gagal mengontrol hiperglikemia dan potensial menyebabkan hipoglikemik pada empat minggu pertama kelahiran. Kebutuhan insulin selama kehamilan bervariasi, pada umumnya kebutuhan insulin:

1. Pada trimester I lebih rendah
2. Meningkat setelah umur kehamilan 24 minggu
3. Tiba-tiba menurun segera setelah masuk masa post-partum sehingga harus dipantau ketat.

Insulin yang dapat digunakan untuk terapi diantaranya:

1. HUMULIN

  • Komposisi : Humulin R Reguler soluble human insulin (rekombinant DNA origin). Humulin N isophane human insulin (rekombinant DNA origin). Humulin 30/70 reguler soluble human insulin 30% & human insulin suspensi 70% (rekombinant DNA origin).
  • Indikasi : IDDM
  • Dosis : Dosis disesuaikan dengan kebutuhan individu. Diberikan secara injeksi SK, IM, Humulin R dapat diberikan secara IV. Humulin R mulai kerja ½ jam, lamanya 6-8 jam, puncaknya 2-4 jam. Humulin N mulai kerja 1-2 jam, lamanya 18-24 jam, puncaknya 6-12 jam. Humulin 30/70 mulai kerja ½ jam, lamanya 14-15 jam, puncaknya 1-8 jam.
  • Kontraindikasi : Hipoglikemik.
  • Peringatan : Pemindahan dari insulin lain, sakit atau gangguan emosi, diberikan bersama obat hiperglokemik aktif.
  • Efek sampinng : Jarang, lipodistropi, resisten terhadap insulin, reaksi alergi local atau sistemik.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B

2. INSULATARD HM/ INSULATARD HM PENFILL

  • Komposisi : Suspensi netral isophane dari monokomponen insulin manusia. Rekombinan DNA asli.
  • Indikasi : DM yang memerlukan insulin
  • Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal biasanya diberikan 1-2x/hari (SK). Onset: ½ jam. Puncak: 4-12 jam. Terminasi: setelah 24 jam. Penfill harus digunakan dengan Novo pen 3 dengan jarum Novofine 30 G x 8mm.
  • Kontraindikasi : Hipoglikemia.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B

3. ACTRAPID HM/ACTRAPID HM PENFILL

  • Komposisi : Larutan netral dari monokomponen insulin manusia. Rekombinan DNA asli
  • Indikasi : DM
  • Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal, biasanya diberikan 3 x atau lebih sehari. Penfill SK, IV, IM. Harus digunakan dengan Novo Pen 3 & jarum Novofine 30 G x 8 mm. Tidak dianjurkan untuk pompa insulin. Durasi daya kerja setelah injeksi SK: ½ jam, puncak: 1-3 jam. Terminasi setelah 8 jam.
  • Kontraindikasi : hipoglikemia, insulinoma. Pengunaan pada pompa insulin.
  • Peringatan : Stres psikis, infeksi atau penyakit lain yang meningkatkan kebutuhan insulin. Hamil.
  • Efek samping : Jarang, alergi & lipoatrofi.
  • Interaksi obat : MAOI, alcohol, ? bloker meningkatkan efek hipoglikemik. Kortikosteroid, hormon tiroid, kontrasepsi oral, diuretic meningkatkan kebutuhan insulin.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B

4. HUMALOG/HUMALOG MIX 25

  • Komposisi : Per Humalog insulin lispro. Per Humalog Mix 25 insulin lispro 25%, insulin lispro protamine suspensi 75%.
  • Indikasi : Untuk pasien DM yang memerlukan insulin untuk memelihara homeostasis normal glukosa. Humalog stabil awal untuk DM, dapat digunakan bersama insulin manusia kerja lama untuk pemberian pra-prandial
  • Dosis : Dosis bersifat individual. Injeksi SK aktivitas kerja cepat dari obat ini, membuat obat ini dapat diberikan mendekati waktu makan (15 menit sebelum makan)
  • Kontraindikasi : hipoglikemia. Humalog mix 25 tidak untuk pemberian IV.
  • Peringatan : Pemindahan dari terapi insulin lain. Penyakit atau gangguan emosional. Gagal ginjal atau gagal hati. Perubahan aktivitas fisik atau diet. Hamil.
  • Efek samping : Hipoglikemia, lipodisatrofi, reaksi alergi local & sistemik.
  • Interaksi obat : Kontrasepsi oral,kortikosteroid, atau terapi sulih tiroid dapat menyebabkan kebutuhan tubuh akan insulin meningkat. Obat hipoglikemik oral, salisilat, antibiotik sulfa, dapat menyebabkan kebutuhan tubuh akan insulin menurun.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B

5. MIXTARD 30 HM/MIXTARD HM PENFILL

  • Komposisi : Produk campuran netral berisi 30% soluble HM insulin & 70% isophane HM insulin (monokomponen manusia). Rekombinan DNA asli.
  • Indikasi : DM yang memerlukan terapi insulin.
  • Dosis : Jika digunakan sebagai terapi tunggal biasanya diberikan 1-2 x/hari. Onset: ½ jam. Puncak 2-8 jam. Terminasi setelah 24 jam. Penfill harus digunakan dalam Novo Pen 2 dengan jarum Novofine 30 G x 8 mm.
  • Kontraindikasi : Hipoglikemia, insulinoma.
  • Peringatan : Stres psikis, infeksi atau penyakit yang dapat meningkatkan kebutuhan insulin. Hamil.
  • Efek samping : Jarang, alergi & lipoatrofi.
  • Interaksi obat : MAOI, alkohol, ? bloker meningkatkan efek hipoglikemik. Kortikosteroid, hormon tiroid, kontrasepsi oral, diuretic meningkatkan kebutuhan insulin.
  • Faktor resiko : pada kehamilan kategori B.

c. Olah raga
Kecuali kontraindikasi, aktivitas fisik yang sesuai direkomendasikan untuk memperbaiki sensitivitas insulin dan kemungkinan memperbaiki toleransi glukosa. Olah raga juga dapat membantu menaikkan berat badan yang hilang dan memelihara berat badan yang ideal ketika dikombinasi dengan pembatasan intake kalori.

Sumber : yosefw.wordpress.com

Demikian informasi tentang Penanganan Diabetes Gestational pada Ibu Hamil. Semoga bermanfaat bagi Anda.

Pesan artikel via email

Pastikan selalu mendapatkan update terbaru dari blog ini, Masukkan email Anda: (Email Anda akan kami rahasiakan).

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda.

Leave a Reply to this Post

*

Facebook Fans Page
Kategori

Statistik Blog