Penyakit Diabetes dari Sudut Pandang Ilmu Pengobatan Cina | Info Diabetes Mellitus

Penyakit Diabetes dari Sudut Pandang Ilmu Pengobatan Cina

January 17th, 2011 | Visited 55279 times, 1 so far today 0 Comments

laboratoriumMenurut IDF (International Diabetes Federation), diabetes sudah merupakan masalah global dengan dampak yang sangat buruk pada manusia, baik secara sosial maupun ekonomi.

WHO memperkirakan lebih dari 250 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes. Setiap tahun penderita diabetes bertambah 7 juta orang, dan sekitar 300 juta orang berisiko menderita penyakit diabetes.

Apakah ilmu pengetahuan terkini telah menemukan obatnya? Atau akankah ilmu pengetahuan terus mencari cara yang memungkinkan penderita tetap hidup dengan diabetes seumur hidupnya?

Penyakit Diabetes dari Sudut Pandang Ilmu Pengobatan Cina

Dalam ilmu pengobatan Cina dikenal dengan teori lima elemen. Kelompok limpa dan pankreas merupakan ‘rumah’ dari energi yang berkaitan dengan mekanisme fisik yang berbeda, seperti pencernaan, sirkulasi getah bening, pengaturan dan penyimpanan lemak, reproduksi, dan aktivitas pikiran.

Ilmu pengobatan Cina mengatakan tentang kapasitas mencerna kepahitan. Umumnya dipercaya bahwa kondisi mental yang obsesif merupakan ketidakseimbangan fungsional dari energi pankreas dan limpa.

Berdasarkan teori lima elemen, penderita diabetes cenderung lebih rentan terhadap obsesi. Mereka cenderung keras kepala, emosional, dan mengendalikan.

Diabetes dapat juga disebabkan sebagai hasil dari pembakaran energi pankreas akibat keinginan mencapai lebih banyak hal dalam hidup akan kesuksesan materi.

Penderita diabetes sering kali sangat cerdas dan secara mental aktif. Wartawan, pengusaha, profesor, pengacara, penulis, direktur, dan politisi berisiko tinggi menderita diabetes.

Penderita diabetes lebih banyak mendapatkan manfaat dalam perawatan holistik untuk tubuh dan pikiran, seperti akupunktur, meditasi, qigong, dan yoga.

Dari sudut pandang ilmu pengobatan Cina, penderita diabetes tidak boleh terlalu analitis atau terlalu khawatir. Jika tidak, ketidakseimbangan glukosa darah di otak dapat terjadi, dan akhirnya melukai seluruh tubuh dan melelahkan pankreas itu sendiri. Penderita membutuhkan jantung yang tenang dan baik, hati tanpa kekhawatiran, dan ginjal yang sabar untuk mendukungnya.

Seperti yang disampaikan seorang profesor akupunktur dr. Hoon Cho, “Mengapa kita berpikir seperti ini? Mengapa kita selalu mengkhawatirkan diri kita agar menjadi lebih cerdas? Lantas kita akan menjadi penderita diabetes yang cerdas. Menurut pendapat saya lebih baik menjadi sehat daripada terlalu cerdas!”.

Menurut cerita orang Cina, penyakit diabetes juga dikenal dengan penyakit orang kaya.


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog