Senam Tai Chi Bermanfaat Bagi Penderita Diabetes | Info Diabetes Mellitus

Senam Tai Chi Bermanfaat Bagi Penderita Diabetes

March 5th, 2012 | Visited 2421 times, 2 so far today 0 Comments

Senam Tai Chi ternyata bukan saja mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi orang sehat. Senam tradisional ini juga memberi manfaat signifikan bagi para penderita diabetes atau kencing manis tipe 2 khususnya dalam mengontrol kondisi kesehatan mereka.

Di Jogjakarta, banyak orang merasakan efek positif dari senam Tai Chi, tidak mengherankan jika hal ini mendorong munculnya banyak komunitas penggiat senam Tai Chi. Jaswanto (56 tahun), mengaku telah dua tahun mempelajari Tai Chi. “Saya sudah menderita diabetes selama 5 tahun. Saya pesimis diabetes saya bisa disembuhkan. Bahkan kaki saya telah 3 kali menjalani operasi, “katanya. Sekarang, tingkat gula dalam tubuhnya telah menurun dan mendekati batas normal. Sejak melakukan tai chi, ia tidak lagi minum obat.

Munarni Sugito (70 tahun) juga mengatakan hal yang sama. Ia menderita diabetes parah. “Ini benar-benar berguna, gerakan itu tidak menghentak, sehingga cocok untuk orang tua seperti saya,” katanya.

Setidaknya ada dua hasil penelitian terpisah yang menunjukkan bukti nyata bahwa program latihan Tai Chi selama 12 pekan cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan dan menurunkan kadar gula darah para pasien diabetes atau kencing manis. Senam  bela diri tradisional Negeri Tirai Bambu ini memang memiliki gerakan unik yang mengkombinasikan penafasan serta gerakan lembut untuk meningkatkan relaksasi.

Dua riset yang dilakukan oleh para ahli di Taiwan dan Australia ini dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

Riset yang pertama yang dilakukan di Taiwan membandingkan 30 pasien pengidap diabetes atau kencing manis dengan 30 orang sehat.  Selama 12 pekan, seluruh partisipan mempelajari 37 gerakan Tai Chi di bawah arahan seorang guru.  Partisipan juga dimodali kaset video sehingga bisa mengulang pelajaran di rumah. Partisipan secara rutin mengikuti pelajaran senam Tai Chi ini selama tiga jam seminggu.

Pada akhir program, hasil tes pada kelompok pengidap diabetes tipe 2 menujukkan adanya penurunan drastis kadar gula darah dan meningkatnya sel-sel serta senyawa yang menjadi kunci respon kekebalan tubuh.

Aktivitas fisik yang menuntut banyak tenaga memang dikenal dapat menurunkan kekebalan tubuh, tetapi studi terbaru mengindikasikan bahwa latihan atau aktivitas yang sedang atau moderat justru memberi dampak yang menguntungkan.

Riset sebelumnya pun mengindikasikan bahwa Tai Chi dapat memperbaiki fungsi pernafasan dan kardiovaskuler, selain  pula memperbaiki fleksibilitas dan menghilangkan stres.

Menurut peneliti, jika Tai Chi mampu membuktikan bagaimana tubuh mengendalikan gula darah, hal itu akan memberi manfaat pada sistem kekebalan tubuh, yang kemudian akan memicu aktivitas yang berlebihan dengan hadirnya kadar gula yang tinggi dalam darah.

Sebagai pengobatan alternatif, latihan sebaiknya hanya cukup dilakukan sekedar merangsang sistem kekebalan dengan cara meningkatkan tingkat kebugaran yang kemudian melahirkan sebuah perasaan sehat.

Sementara itu pada riset kedua yang digagas peneliti dari University of Queensland, yang hanya melibatkan 11 partisipan, pun menunjukkan hasil yang tak jauh berbeda.

Pada riset ini, semua partisipan yang mengalami kenaikan kadar gula darah –  diwajibkan menjalani senam Tai Chi dan sejenis bela diri lainya yakni Qigong selama 60-90 menit tiga kali seminggu.

Selain mengalami penurunan kadar gula darah, para partisipan juga mengalami penurunan berat badan dan mencatat penurunan tekanan darah yang signifikan.  Resistansi insulin para  pasien juga dilaporkan mengalami perbaikan.

Para partisipan juga mengaku bisa tidur lebih baik, memiliki energi yang besar, jarang mengalami kesakitan serta jarang merasakan rasa lapar yang sangat ketika menjalani program.

Sumber: nasional.kompas.com, all-doing.net


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog