Simposium Kaki Diabetes di Negeri Belanda | Info Diabetes Mellitus

Simposium Kaki Diabetes di Negeri Belanda

July 17th, 2009 | Visited 20500 times, 1 so far today 4 Comments

kincir-belandaKaki Diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang sangat sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Komplikasi ini sangat ditakuti karena selain dapat menghabiskan dana yang tidak sedikit, juga dapat menyebabkan tingginya resiko untuk mengalami amputasi. Begitu luas aspek yang mempengaruhi perjalanan penyakit kaki diabetik ini, mulai dari aspek neurologi, vaskuler, biomekanik kaki, penggunaan alas kaki, daya tahan tubuh, dan lain-lainnya sampai peranan edukasi pada diabetisi dan keluarga.

Sampai saat ini tidak banyak pertemuan-pertemuan ilmiah yang khusus membahas kemajuan ilmu pengetahuan dibidang kaki diabetes ini, salah satunya adalah International Symposium on The Diabetic Foot, yang secara regular telah diadakan di Noorwijkerhout Belanda. Symposium ini dilaksanakan setiap 3 tahun di tempat yang sama sejak tahun 1992. Sampai saat ini Indonesia yang diwakili oleh Profesor DR Dr Sarwono Waspadji masih menjadi salah satu anggota Working Gruop of Diabetic Foot

Untuk itu pada tanggal 9 sampai dengan 12 Mei 2007 yang lalu kami, antara lain Profesor DR Dr Sarwono Waspadji, Profesor DR DR Sidartawan Soegondo, Dr Em Yunir dan Zr Ita Oktaviana SKp dari Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, dan Dr Adiarte dari Divisi Metabolik Endokrin Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, telah menghadiri “ 5 th International Symposium on The Diabetic Foot di Noorwijkerhout The Netherlands. Pertemuan ini dilaksanakan di Noorweijkerhout, suatu desa yang sangat tenang, terletak berdekatan dekat taman bunga tulip terbesar Kokenhoof, yang berjarak kurang lebih 30 km dari Leiden. Tetapi walaupun jauh dari kota, dengan sarana transportasi umum yang memadai dan adanya jadwal shuttle bus dari bandara Schipool dan stasion kereta api Leiden, tempat ini tidak terlalu sulit untuk dicapai. Sayangnya tidak banyak peserta dari Indonesia yang ikut dalam acara ini, mungkin karena kurangnya informasi atau kurang berminat. Sebenarnya kalau kita agak lebih serius memperhatikan keadaan pasien, banyak kelainan-kelainan dini kaki diabetik yang dapat kita deteksi, sehingga dapat dilakukan beberapa upaya pencegahan agar` jangan sampai pasien datang dalam keadaan terlambat

Banyak sekali topik-topik menarik yang disampaikan padaacara symposium ini, antara lain tentang kemajuan dibidang biomekanika kaki diabetik, peranan neuropati baik aspek patogenesisinya sampai obat-obatan, infeksi pada jaringan lunak dan tulang, tehnik off loading, foot wear, foot care, edukasi, penggunaan casting, dll dengan pembicara-pembicara dari seluruh penjuru dunia.

Peter Cavanagh pakar kaki diabetic dari Claveland US, menyoroti problem kaki dimasa yang akan datang, dimana pada tahun 2032 yang akan datang seiring dengan peningkatan jumlah penyandang diabetes didunia, akan terjadi pula lonjakan masalah kaki diabetik. Kemajuan dalam penanganan kaki diabetik yang antara lain penggunaan stem cell pada wound care, kemajuan ilmu biomekanika yang menjadi dasar rancangan sepatu khusus untuk kaki diabetik,. menggantikan model perhitungan matematis dan opini yang saat ini masih banyak digunakan. serta penggunaan robotic untuk kasus pasca amputasi

Keuntungan penggunaan negative pressure wound therapy ( VAC : Vacuum Assisted Chamber ) yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka pada penanganan kaki ganggren juga disorot dalam pertemuan ini. Pada paparannya diperlihatkan penggunaan VAC dapat mempercepat proses penyembuhan luka pada ganggren diabetik. Sebenarnya tehnik ini bukanlah metode yang benar-benar baru, Cuma diangkat kembali keuntungannya pada perawatan kaki diabetik. Kami sendiri di RSCM Jakarta, dengan keleompok studi Kaki Diabetik, bekerja sama dengan Divisi Bedah Vascular telah menggunakan teknik VAC ini, walaupun dengan modifikasi sehingga alatnya terlihat lebih sederhana, namun secara fungsional tidak kalah hasilnya. Topik lain yang menarik adalah keungulan endovascular therapy dibandingkan dengan open bypass pada kasus-kasus penyakit pembuluh darah perifer ( PAD ) pada kaki diabetik foot akibat atherosklerosis.

Pada salah satu session disampaikan manfaat penggunaan obat-obat baru, seperti pregabalin, deluxetine atau kombinasi antara morfin dan gabapentin untuk mengatasi neuropati diabetik yang mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan penggunaan antidepresan golongan trisiklik yang selama ini sering digunakan dan penggunaan antibiotik linesolid untuk mengatasi infeksi.

Selama 3 hari diadakan 3 workshop yang berbeda, yang antara lain belajar menipiskan kalus dengan menggunakan scalpel dan jeruk, penggunaan dan pemilihan dressing yang tepat pada berbagai kondisi luka pada kaki, berbagai kasus kaki yang dibawakan oleh Andrew Boulton dengan menggunakan gambar-gambar slide yang menarik, disertai pembahasan mengenai kaki neuropati, serta demonstrasi pembuatan casting pada kaki charcot.

Selain topik-topik tentang kemajuan dibidang pencegahan, diagnostik dan terapi untuk kaki diabetik, terdapat juga beberapa topik yang memperlihatkan aktivitas dari beberapa negara untuk meningkatkan perhatian masyarakat akan ancaman masalah kaki diabetik seperti dari China, Pakistan, India, Mesir, dan beberapa Negara Afrika serta Asia lainnya

Pengalaman Negara China dalam meningkatkan dan mengembangkan pelayanan kaki diabetik di negara tersebut mungkin dapat dijadikan contoh untuk Negara kita yang juga mempunyai permasalahan yang hampir sama. Dengan jumlah penduduk lebih dari 1 milyard, saat ini diperkirakan terdapat 40 juta penyandang diabetes dinegara ini, jika diperkirakan 10 persen diantaranya mengalami problem kaki diabetik maka akan terdapat 4 juta penyandang diabetes yang mengalami problem kaki diabetes. Negara ini telah melakukan kampanye dan menyebar luaskan informasi kaki diabetik melalui berbagai aktivitas seperti symposium khusus kaki diabetik yang dilakukan secara regular sejak 4 tahun terakhir ini, kursus pada staf medis sampai melakukan penterjemahan dan menyebarkan International Consensus Diabetic Foot sebanyak 6000 buku. Publikasi mengenai kaki diabetikpun mulai meningkat dari 6 buah pada tahun 1996 menjadi 306 pada tahun 2005. Saat ini diseluruh China telah terdapat 14 pusat pelayanan kaki diabetik.

Simposium ini akan dilaksanakan kembali ditempat yang sama pada tahun 2010 yad. Semoga akan lebih banyak peserta dari Indonesia yang dapat hadir pada symposium ke 6 pada tahun 2010 yad ini, sehingga dapat meningkatkan perhatian kita pada masalah kaki diabetik ini.


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

4 Responses to “Simposium Kaki Diabetes di Negeri Belanda”

  1. Lyla says:

    wah… blognya bagus nih… soal diabetes… memang banyak orang yang blm mengerti benar pola makan yang sehat termasuk saya 🙂

    Btw.. silakan dilink duluan ntar kasih tau kalo udah di link blog saya ya 🙂

    Regards….

  2. sarnilita says:

    blognya bgs bgd 😉
    aku mw nanya nih
    kan ada keluargaku yg dm juga.
    dari hasil generalcheck up semuanya baik, kecuali glukosauri yg mencapai 300mg/dl, serta kolesterol yang mencapai angka 300. keluhan terutama karena neuropati perifer yang dirasakan dari telapak kaki sampai menjalar ke punggung,dr juga udh memberi obt gabapentin tapi gak ada perbaikan, sebelumnya pernah minum mecola. yang ingin sy tanyakan apa ada obat yg bgs dan tepat untuk neuropati ini, terus apa sj yg perlu dilakuin untuk mengurangi komplikasi ini.

  3. retno says:

    Untuk tahun ini, kapan symposiumnya diadakan? thanks

  4. Kami belum dapat info ttg hal ini, jika sudah akan saya umumkan lewat blog ini.
    Mudah2an ada yang bisa memberikan informasinya segera.
    thanks

 

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog