Tatkala Leukemia Meretas Cinta oleh Siti Fadilah Supari | Info Diabetes Mellitus

Tatkala Leukemia Meretas Cinta oleh Siti Fadilah Supari

November 7th, 2009 | Visited 8256 times, 3 so far today 0 Comments

Siti Fadilah SupariJudul posting diatas sama sekali tidak ada hubungannya dengan diabetes, tapi untuk mengenang jasa besar mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saya angkat artikel ini ke blog ini.

Tidak disangka Ibu Siti Fadilah Supari memiliki sisi kehidupan pribadi yang sangat menyentuh hati ketika masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan. Kisah itu dia bukukan dalam sebuah novel berjudul “Tatkala Leukimia Meretas Cinta” dan diluncurkan  Jumat (6/11), bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-60.

Novel “Tatkala Leukimia Meretas Cinta” (sebuah judul novel yang indah) merupakan kisah nyata yang menggambarkan penggalan kisah hidupnya ketika harus menjalani pengabdian sebagai Menteri Kesehatan dan kegalauan hidupnya saat sang suami divonis menderita leukemia.

Ketika masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan kisah kegalauan hati diatas tidak terungkap sama sekali. Yang saya kagumi adalah ketabahannya menghadapi penyakit sang suami (leukemia) sekalipun dia harus tampil tegar di setiap penampilannya dihadapan umum sebagai Menteri Kesehatan kala itu. Apalagi ketika dia harus menghadapi masalah kasus virus yang konon diselundupkan keluar negeri dan dicurigai akan disalah gunakan oleh negara adidaya. Waktu itu saya lebih suka memberinya gelar “The Iron Woman” karena dia berani memberikan perlawanan untuk menentang negara adidaya sekalipun.

Siti Fadilah Supari mencatat masa sulit tersebut selama enam bulan antara Oktober 2008 sampai akhir Maret 2009. ”Saya menjadi menteri pada saat yang sulit. Saya sudah menyelesaikan tugas dengan baik dan bekerja untuk rakyat,” ujar Siti Fadilah Supari.

Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault sempat menyampaikan kesannya tentang Siti Fadilah Supari sebagai seorang pekerja keras dan serius menangani pekerjaannya. ”Beliau orang yang berani dan tegar. Dia memberi warna yang luar biasa di bidang kesehatan dengan berani bertindak cepat dan tanggap,” ujar Adhyaksa.

Sahabat sekaligus sastrawan, Yudhistira, mengungkapkan, karya tersebut merupakan novel biografis yang dituturkan secara kronologis. ”Buku itu memuat kisahnya selama enam bulan tersebut, saat menjabat sebagai menteri sekaligus mendampingi sang suami yang sedang sakit dan divonis hidupnya tersisa tiga bulan lagi. Itu menuntut aktivitas fisik dan mental. Semuanya dituturkan dengan jujur dan spontan,” ujar Yudhistira.

Semasa Siti Fadilah Supari menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu I, Indonesia tengah disibukkan dengan pandemi flu burung, berbagai bencana alam, jaminan kesehatan masyarakat, dan persoalan pengiriman virus flu burung.


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog