Tattoo untuk Uji Kadar Gula Darah Pasien Diabetes | Info Diabetes Mellitus

Tattoo untuk Uji Kadar Gula Darah Pasien Diabetes

March 15th, 2012 | Visited 2492 times, 1 so far today 0 Comments

Pernahkah Anda membayangkan seorang pasien diabetes atau kencing manis type 1 setiap hari harus menusukkan jarum kecil ke ujung jarinya ketika mengambil sample darah untuk menguji kadar gula darahnya.

Julia Balobeck, usia 8 tahun, seorang penderita diabetes type 1 harus menusukkan jarum ke ujung jarinya belasan kali setiap hari dan menyebabkan kulit ujung jarinya mulai mengeras dan menghitam. Bahkan pada usianya yang masih belia dia mengerti bahwa apa yang dia lakukan sangat penting untuk mengetahui kadar gula darahnya agar dia bisa mengelola diabetesnya dengan baik.

Para ilmuwan mulai menguji semacam sensor tattoo yang bisa berubah warna jika tingkat gula darah meningkat. Para ilmuwan mencoba menggunakan sebuah tattoo sekitar ukuran ujung bolpoin. Tattoo tersebut menggunakan sejenis tinta khusus yang disuntikkan ke dalam lapisan terluar kulit. Tinta khusus ini akan bereaksi dengan gula darah dan berubah warna sebagai indikator tingkat kadar gula pasien diabetes. Demikian dijelaskan oleh penemu penemu tattoo, Heather Clark, seorang insinyur biomedis di Laboratorium Draper di Cambridge, Mass

diabetes-tikus-percobaanMeskipun sensor tattoo belum diuji pada manusia, namun hasil uji awal pada tikus sudah sangat menjanjikan, kata Clark.

Para peneliti akan siap menguji sensor tattoo pada manusia. Clark tidak yakin kapan itu akan terjadi, tapi dia berharap itu akan berada dalam lima tahun ke depan.

Jika penelitian ini berhasil, akan menyambut perubahan bagi pasien dan dokter yang merawat mereka. Bahkan jika tattoo ternyata sedikit kurang akurat dibandingkan dengan tes gula darah, akan sangat membantu, kata Dr Rexford AHIMA, seorang profesor kedokteran di Institut Diabetes, Obesitas dan Metabolisme di University of Pennsylvania .

“Jika ada cara tanpa rasa sakit untuk memungkinkan kita untuk memonitor gula darah, mungkin akan mendorong lebih banyak orang untuk tetap mengobati diabetes mereka,” kata Clark.

Sumber : Diterjemahkan secara bebas dari www.msnbc.msn.com


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog