Terapi Ozon untuk Pasien Diabetes | Info Diabetes Mellitus

Terapi Ozon untuk Pasien Diabetes

April 19th, 2014 | Visited 6557 times, 1 so far today 0 Comments

terapi ozon

Terapi Ozon untuk Pasien Diabetes | Penggunaan ozon dalam dunia medis sudah lama dikenal. Salah satu penyakit yang bisa menggunakan terapi ini sebagai komplimenter adalah diabetes. Terbukti efektif dan memuaskan namun ada syarat yang harus dipenuhi. apa saja?

Dunia belum berakhir saat dokter mendiagnosa Anda terkena penyakit ini. Selalu masih ada jalan selama menerapkan pola hidup sehat. Terapi ozon bisa juga dijadikan pilihan untuk penunjang pengobatan. Memang di Indonesia bisa dibilang baru tapi telah dimanfaatkan ratusan ribu orang di banyak negara.

Terapi Komplimenter

Banyak cara untuk mengobati penyakit ini. Salah satu yang bisa ditempuh dengan terapi ozon. Bukan sebagai terapi utama tapi sebagai terapi komplimenter.  Maksudnya, dapat menjadi pendukung yang efektif bagi pengobatan konvensional yang sedang

dijalankan. Kedua tipe DM dapat mengikuti terapi ini karena berpotensi menghambat dan mengatasi perkembangan gejala-gejala diabetes. Bahkan terapi ini dalam situs stanford center dinyatakan dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah dan meningkatkan suplai oksigen ke dalam jaringan.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk menurunkan kadar glukosa ozon berperan dalam dua cara. Pertama, dengan menstimulasi terjadinya proses enzimatik dalam tubuh. Kedua, dengan memicu produksi glutation, yang merupakan hasil tambahan dari proses sebelumnya. Glutation ini berfungsi membentuk glikogen (cadangan tenaga) dan lemak dari glukose. Dalam terapi ini proses pembentukan glukosa dari protein dan pemecahan glikogen dihambat. Sehingga seluruh proses ini menurunkan kadar glukosa darah. Dengan kata lain, fungsi ozon dalam hal ini memiliki kesamaan karakter dengan fungsi insulin.

Selain itu terapi ozon juga menghambat dan mengatasi gejala-gejala diabetes yang berkaitan dengan minimnya suplai oksigen. Efek positif lainnya, menurut dr. E.E. Pavlovskaya ozon terapis dari Rusia, dapat menghilangkan  rasa sering haus, perbaikan frekwensi ke belakang di malam hari, dan hilangnya gatal-gatal pada kulit dan badan lemas/loyo. Pasien-pasien yang menuntaskan terapi ozon dapat menurunkan 20-25% penggunaan obat anti diabetik, dan efek positif terapi ozon dapat bertahan hingga 3-6 bulan.

 Infus dan hemodialisis

Pemberian terapi ini ada 2 cara untuk 2 tipe DM. Menurut dr Fredi dari Stanford Medical Center Jakarta cara-cara itu yakni melalui sistem Autohemoterapi (infus) dan Polyatomic

Oxygen Ozon Apheresis Therapy (hemodialisis). Untuk mereka yang memilih terapi cara pertama ozon dilarutkan ke dalam darah melalui selang infus. Cara ini menggunakan perantaraan cairan NaCl yang diberi ozon (Ozonated Saline Infusion). Terapi dengan cara ini hanya bisa dilakukan selama 20 kali setiap dua hari sekali.

Sedangkan cara kedua yang paling mutakhir dengan cara mirip hemodialisis. Darah sang pasien ditarik melalui satu lengan lalu diproses ozonisasi dan difilter di luar tubuh. Setelah selesai  kemudian dikembalikan lagi melalui lengan yang satunya. Dengan cara ini dosis optimal yang lebih efektif bisa dicapai. Hal ini, kata Fredi, karena selama 1 jam terapi total jumlah darah yang diberi masukan oksigen-ozon bisa mencapai 3-4 liter.

Di banyak negara cara kedua telah tercatat memberikan hasil yang memuaskan. Sebuah penelitian di National Institute of Angiology and Vascular Surgery di Havana dengan jumlah sampel 47 pasien yang menderita diabetes dengan komplikasi kaki diabetik dan amputasi dapat diperlukan bila pasien tidak menunjukkan perbaikan. Pasien pada penelitian ini sudah menderita diabetes selama 9-19 tahun yang dibagi dalam 3 grup dan diterapi dengan ozon selama 10 hari. Hasilnya, terbukti terapi ozon efektif dalam mengatasi diabetes dengan komplikasi kaki diabetik.

Terbukti Efektif

Meski terbukti efektif dan memuaskan bukan berarti pengobatan ini boleh dilakukan tanpa pengobatan primer. Fredi tak menyarankan hal itu. malah ia menyarankan agar pengobatan primer tetap diikuti.

Sebelum mengikuti terapi ini biasanya ozon therapist akan melihat riwayat kesehatan pasien. Diabetisi akan diperiksa kadar gula darah sebelum terapi. “Jika terlalu rendah tak disarankan mengikuti terapi ini.” Selain itu fisik pun diperiksa jika ada keluhan kesehatan lain tak diizinkan terapi.

Kondisi prima memang merupakan syarat lainnya yang juga harus dipatuhi oleh peserta terapi ini. Hal ini ditandai dengan kadar gula dan tekanan darah yang dalam batas normal. Jika salah satu ada yang menunjukkan di bawah minimum atau sebaliknya tak akan diberikan terapi. Yang lainnya yakni kekentalan darah. “Pasien yang mempunyai darah terlalu encer pun tak bisa diberikan terapi ini.” Alasannya, “ozon memberikan efek mengencerkan darah sehingga darah yang terlalu encer tak boleh ikut.”

Sumber: parentsguide.co.id


Pesan artikel via email

Dapatkan pemberitahuan update terbaru dari kami via email, Enter your Email here:

Jangan lupa lakukan konfirmasi di email Anda

Leave a Reply to this Post

*


    Statistik Blog