| Mobile | RSS

Terapi statin bantu pasien diabetes yang sakit jantung

September 26th, 2008 | No Comments | Posted in Management Diabetes, Pengobatan Diabetes

red crossPasien diabetes yang juga menderita penyakit jantung atau sejumlah gejala kejang jantung –yang secara umum dikenal sebagai “sindrom jantung akut” (ACS)– memperoleh keuntungan yang sama besarnya dari metode perawatan dengan menggunakan statin dibandingkan dengan pasien penyakit jantung atau penderita gejala kejang jantung yang tidak menderita diabetes, menurut analisis dari data percobaan perawatan dengan terapi statin.

Hasil seluruh percobaan dengan terapi statin itu, yang telah diterbitkan sebelumnya, menunjukkan penurunan komplikasi kardiovaskuler bagi semua pasien ACS yang dirawat dengan terapi statin intensif dibandingkan dengan pasien ACS yang dirawat dengan terapi statin standard.

Obat-obat statin yang digunakan dalam percobaan terapi statin tersebut antara lain ialah Pravachol, Lipitor, Zocor, dan Crestor.

Analisis sub-kelompok saat ini melibatkan sekitar 978 pasien penyakit jantung atau gejala kejang jantung yang juga menderita diabetes dan 3.148 pasien penyakit jantung yang tidak menderita diabetes, yang secara acak menerima terapi statin intensif dengan Zocor, 80 miligram setiap hari, atau terapi statin standard dengan 40 miligram Pravachol setiap hari.

Periode lanjutan rata-rata berlangsung selama 24 bulan.
Sama dengan laporan sebelumnya, penderita diabetes tampaknya lebih beresiko mengalami kematian akibat penyakit jantung atau kejang jantung yang memerlukan perawatan rumah sakit daripada pasien penyakit jantung yang tidak menderita diabetes, menurut Dr. Christopher P. Cannon dan rekan-rekannya dari Sekolah Kesehatan Harvard di Boston yang ditulis dalam Jurnal Kesehatan Jantung Eropa.
Namun, besaran keuntungan antara terapi dengan statin secara intensif dan terapi statin standard dibandingkan untuk setiap kelompoknya.
Tetapi, bahkan dengan terapi statin intensif, 62 persen penderita diabetes masih tidak mampu menurunkan tingkat LDL atau kolesterol “jahat”-nya serendah yang diinginkan dokter.
Hasil penelitian itu menyoroti keperluan untuk mengetahui strategi tambahan pengurangan resiko penyakit diabetes, tegas tim peneliti itu.

Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000142616.html

Related Posts with Thumbnails

Post to Twitter Post to Plurk Post to Yahoo Buzz Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook Post to MySpace Post to Ping.fm Post to Reddit Post to StumbleUpon

Artikel Terkait

Leave a Reply 1317 views, 16 so far today |

Leave a Reply






Add to Technorati Favorites New Web Directory: The New Web Site Directory Feedage Grade A rated My BlogCatalog BlogRank THE BOBs Subscribe My Feed
Preview on Feedage: info-diabetes-mellitus Add to Feedage RSS Alerts Info Diabetes Mellitus RSSMountain Submit link
ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers Blog Directory by Blog Flux Health Blogs - Blog Rankings GoLedy.com Health (Medicine) - TOP.ORG On our way to 1,000,000 rss feeds - millionrss.com kencing manis, gejala kencing manis, penyebab kencing manis, diabetes mellitus, diabetes, diabetisi, komplikasi, medikasi,pengobatan diabetes,pengobatan kencing manis,artikel diabetes, artikel kencing manis,informasi diabetes,blog diabetes,situs diabetes Blogz Top Blogs
Health Add to The Free Dictionary Blog Directory Powered by FeedBurner Hihera.com Top Health blogs blogarama - the blog directory Blog Directory TopOfBlogs
Subscribe in NewsGator Online Subscribe with Bloglines Dr.5z5 Open Feed Directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory Powered by  MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by Scriptme Google bot last visit powered by Scriptme Yahoo bot last visit powered by Scriptme